KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Polres Penajam Paser Utara (PPU) menggelar apel dan rangkaian kegiatan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Tahun 2025 di Lapangan Islamic Center Nipahnipah, Kecamatan Penajam, PPU, Jumat (05/12/2025) pukul 08.00 Wita.
Kegiatan ini menjadi upaya strategis dalam memastikan kesiapan seluruh unsur keamanan menghadapi dinamika Kamtibmas di wilayah yang kini menjadi pusat perhatian nasional sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
Apel dipimpin langsung oleh Kapolres PPU, AKBP Andreas Alex Danantara serta dihadiri jajaran Forkopimda PPU, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, instansi pemerintahan, dan stakeholder pendukung keamanan daerah.
Dalam apel tersebut, Polres PPU menurunkan tiga kompi gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Satlantas, Dalmas Awal dan Lanjut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta satuan fungsi polres seperti Reskrim, Intel, dan Reskoba.
Baca Juga: Operasi Zebra Mahakam 2025 Polres PPU Berakhir, 268 Pelanggar Ditilang dan 1.700 Terekam ETLE
Kehadiran kekuatan terpadu ini menunjukkan kesiapan lintas sektor dalam mengantisipasi potensi kerawanan di wilayah PPU.
Tokoh pemerintahan dan instansi vertikal turut hadir, termasuk Wakil Ketua II DPRD PPU, Andi Muhammad Yusuf, Pasi Ops Kodim 0913/PPU, Dansub Denpom PPU, Kejaksaan, Pengadilan Agama, Dishub, BPBD, Satpol PP, Pos AL, Bankesbangpol, KONI, MUI, hingga organisasi masyarakat.
Dalam amanatnya, Kapolres PPU, AKBP Andreas Alex Danantara menegaskan bahwa pelaksanaan Sispamkota merupakan langkah penting dalam mengukur kemampuan respons seluruh unsur keamanan terhadap berbagai kemungkinan gangguan Kamtibmas.
“Sispamkota yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar simulasi. Ini adalah sarana untuk menguji pola, sistem, dan kesiapan kita dalam menangani berbagai skenario kontingensi,” tegas Kapolres.
Baca Juga: Inisiatif Sat Polairud Polres PPU Edukasi Masyarakat, Terima Penghargaan Ditpolairud Polda Kaltim
Deteksi dan cegah dini harus ditingkatkan melalui kolaborasi antara personel, masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan instansi terkait. Setiap unsur wajib menguasai SOP dan jalur komando, sehingga respons penanganan dapat dilakukan cepat dan tepat.
Profesionalitas dan humanisme harus menjadi prinsip utama, karena kehadiran aparat bertujuan memberikan rasa aman, bukan menimbulkan ketakutan. Disiplin dan kekompakan antarinstansi menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi situasi kontingensi.
Keselamatan personel dan masyarakat harus menjadi prioritas, sehingga tidak ada korban akibat kelalaian ataupun ketidaksiapan.
Kapolres juga menekankan bahwa dinamika wilayah PPU yang semakin kompleks akibat meningkatnya mobilitas penduduk, aktivitas ekonomi, dan pembangunan IKN menuntut kesiapsiagaan yang lebih terukur dan profesional.
Kegiatan berlangsung melalui tahapan resmi mulai dari penghormatan pasukan, laporan komandan apel, penyampaian amanat, doa, hingga pelaksanaan Simulasi Sispamkota yang menampilkan skenario penanganan gangguan keamanan kota.
Akhir kegiatan dilakukan sesi foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan sebagai simbol kekuatan serta sinergisitas TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder.(*)
Editor : Hernawati