Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Hadiri Peringatan Hari HAM Sedunia ke-77: Bupati PPU Sampaikan Pesan Keadilan

Ahmad Maki • Kamis, 11 Desember 2025 | 13:04 WIB

 

Mudyat Noor menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak berarti tanpa penghormatan terhadap martabat manusia.   
Mudyat Noor menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak berarti tanpa penghormatan terhadap martabat manusia.  
 

JAKARTA — Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menghadiri Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia ke-77 yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Acara nasional ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk meneguhkan kembali komitmen penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia bagi seluruh warga negara. Peringatan Hari HAM Sedunia setiap 10 Desember juga menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kemanusiaan harus terus dijaga dan diperjuangkan.

Mudyat Noor menegaskan pentingnya menjaga martabat manusia sebagai hak universal. Ia mengajak masyarakat memastikan bahwa setiap suara tetap didengar tanpa memandang latar belakang.

“Martabat tidak boleh menjadi milik segelintir orang, melainkan hak setiap jiwa yang hidup,” ujarnya.

Mudyat menyatakan bahwa hak asasi manusia bukanlah hadiah dari kekuasaan, melainkan nilai yang melekat pada setiap manusia sejak lahir. Ia menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak berarti tanpa penghormatan terhadap martabat manusia.

“Selama masih ada satu orang yang haknya dilanggar, maka tanggung jawab kita semua belum selesai. Hari HAM adalah panggilan untuk terus berjalan,” tegasnya.

Puncak acara diisi oleh pidato Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, yang menyerukan agar masyarakat tidak gentar membela kebenaran dan keadilan. Pigai menekankan bahwa tidak boleh ada warga Indonesia yang mengalami ketidakadilan, terutama kelompok rentan.

“Jangan takut, jangan mundur satu langkah pun untuk memperjuangkan keadilan. Jangan pernah mundur untuk memperjuangkan kemanusiaan,” serunya.

Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan HAM harus dilakukan dalam kerangka hukum dan etika, termasuk menjauhi ujaran kebencian yang dapat merusak martabat manusia.

Peringatan Hari HAM Sedunia ke-77 ini menegaskan kembali pentingnya upaya kolektif dalam memastikan hak-hak dasar warga tetap dihormati, dilindungi, dan dipenuhi tanpa diskriminasi.

"Acara ini menjadi pengingat bahwa perjuangan kemanusiaan merupakan tugas bersama yang harus terus dilanjutkan," pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#natalius pigai #Mudyat Noor #Penajam Paser Utara (PPU) #hari ham sedunia