PENAJAM - Penggunaan transaksi non-tunai melalui QRIS Bankaltimtara di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan pertumbuhan signifikan dari tahun 2024 ke 2025. Hingga tahun 2025, jumlah merchant QRIS Bankaltimtara di PPU hampir menyentuh angka 500.
Pimpinan Kantor Cabang Bankaltimtara Penajam, Agus Setiawan, mengungkapkan bahwa capaian tersebut jauh melampaui target yang telah ditetapkan. Pada tahun 2025, Bankaltimtara menargetkan akuisisi 235 merchant, namun realisasinya justru menembus angka lebih dari 400 merchant.
“Kalau melihat data kami, target tahun ini 235 merchant, tetapi realisasinya sudah mencapai sekitar 400 lebih. Ini menunjukkan masyarakat PPU, khususnya pelaku UMKM, sudah sangat melek teknologi dan siap beradaptasi dengan sistem pembayaran digital,” ujar Agus, Jumat (19/12/2025).
Ia menjelaskan pada tahun 2024 jumlah merchant QRIS Bankaltimtara di PPU masih berada di kisaran 200-an. Namun dalam kurun waktu satu tahun, jumlah tersebut meningkat tajam hingga hampir 500 merchant pada 2025.
“Pertumbuhan dari 2024 ke 2025 mencapai sekitar 203 persen. Saat ini jumlah outlet atau merchant QRIS Bankaltimtara di PPU sudah mencapai 477 dan terus bertambah,” jelasnya.
Mayoritas pengguna QRIS tersebut berasal dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk debitur Bankaltimtara. Menurut Agus, penggunaan QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membantu pihak bank dalam melakukan monitoring usaha nasabah.
“Setiap transaksi usaha bisa terpantau melalui QRIS. Bahkan transaksi Rp 1 pun bisa tercatat lewat barcode. Ini sangat membantu kami dalam monitoring kredit dan perputaran usaha para debitur,” katanya.
Meski transaksi QRIS langsung masuk ke rekening masing-masing merchant, Agus menyebutkan bahwa secara akumulatif perputaran uang dari transaksi QRIS di PPU diperkirakan telah mencapai angka miliaran rupiah per tahun.
“Dengan jumlah merchant yang hampir 500, perputaran transaksi bisa mencapai sekitar Rp 10 miliar. Ini menunjukkan QRIS benar-benar mendorong perputaran ekonomi lokal,” ujarnya.
Ia menyebut, Bankaltimtara optimistis pertumbuhan transaksi digital di PPU akan terus meningkat seiring dengan semakin luasnya adopsi teknologi pembayaran non-tunai. “QRIS diterima dengan baik. Apalagi di kalangan UMKM dan masyarakat umum,” imbuhnya. (*)
Editor : Sukri Sikki