Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Disbudpar PPU Jemput Bola ke Kementerian, Usulkan Ekowisata Mangrove Penajam

Ahmad Maki • Senin, 5 Januari 2026 | 15:27 WIB

Plt Kepala Disbudpar PPU, Rusli.
Plt Kepala Disbudpar PPU, Rusli.

PENAJAM - Meski menghadapi keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tetap optimistis menjalankan program pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar PPU, Rusli, mengatakan kondisi tersebut justru mendorong jajaran pemerintah daerah untuk keluar dari zona nyaman dan tidak terpaku pada rutinitas semata.

“Kita tahu dengan kondisi anggaran kita sekarang ini yang efisiensi. Tapi itu tidak menyurutkan optimisme kita untuk bekerja seperti biasa, bahkan kita harus keluar dari zona nyaman,” ujar Rusli, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan, salah satu langkah konkret yang kini gencar dilakukan adalah menjalin komunikasi dan koordinasi langsung dengan kementerian di tingkat pusat, khususnya Kementerian Pariwisata serta Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf).

Baca Juga: Pemkab PPU Fokus Layanan Dasar di Tengah Keterbatasan Fiskal 2026

“Memang ada kegiatan-kegiatan yang kita gencar sekarang, yaitu kunjungan ke kementerian. Salah satunya Kementerian Pariwisata dan Ekraf,” jelasnya. Rusli mengungkapkan, Disbudpar PPU bersama Bupati PPU, Mudyat Noor, aktif mencari sumber pendanaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yakni melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Alhamdulillah kami bersama Bupati PPU, Mudyat Noor, yang semangatnya luar biasa, berupaya mencari pendanaan di luar APBD melalui APBN. Dengan gencarnya Bupati berburu ke sana bersama SKPD pengampu, salah satunya Disbudpar,” katanya.

Dalam kunjungan terbaru, rombongan Pemkab PPU berdialog langsung dengan Kementerian Ekonomi Kreatif. Rusli menyebut pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah terobosan yang diharapkan mendapat respons positif dari pemerintah pusat.

“Walaupun Menteri Ekraf masih baru dan kementeriannya baru berdiri sendiri, kami merasa perlu berkunjung ke sana. Alhamdulillah ada banyak terobosan dan kami dijanjikan angin segar,” ungkap Rusli.

Baca Juga: Awal 2026, Kepala DPMPTSP PPU Dorong ASN Berubah: Evaluasi Kinerja Jadi Sorotan

Menurutnya, Menteri Ekraf RI, Teuku Riefky Harsya, memberikan perhatian terhadap pengembangan pelaku seni, ekonomi kreatif, hingga promosi daerah berbasis teknologi informasi, termasuk peran media dan pelaku IT.

Salah satu proyek yang diusulkan Pemkab PPU adalah pengembangan Ekowisata Mangrove Penajam di Kampung Baru. Rusli menjelaskan, jembatan atau titian mangrove yang sudah direnovasi sebelumnya direncanakan akan diperpanjang sekitar 70 meter ke arah laut dan membentuk huruf T di kawasan pesisir.

“Di ujungnya nanti langsung berhadapan dengan laut, dengan mangrove di sekitarnya. Jembatan ini akan menyambung dengan jembatan yang sudah ada, sehingga view-nya langsung ke laut,” jelasnya.

Selain itu, di kawasan tersebut juga akan disiapkan fasilitas penunjang wisata, seperti area kuliner di sisi kiri dan kanan jembatan, guna meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan.

“Di kiri kanan nanti kita persiapkan semacam kuliner-kuliner untuk fasilitas kunjungan wisata,” pungkas Rusli. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#ekonomi kreatif #DISBUDPAR PPU #pariwisata