PENAJAM - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikbud) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tetap merencanakan pembangunan dan rehabilitasi sejumlah sekolah pada tahun anggaran 2026, meski alokasi anggaran mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdikbud PPU, Ricci Firmansyah mengatakan, pihaknya memang belum menerima secara resmi Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2026. Namun secara umum, rencana program pembangunan sudah dapat disampaikan.
“Walaupun memang DPA 2026 itu belum kita terima, tapi secara umum bisa kami sampaikan rencana pembangunan dan rehabilitasi sekolah tahun ini,” ujar Ricci, Kamis (16/1/2026).
Untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), dan pendidikan kesetaraan, Disdikbud PPU merencanakan pembangunan satu unit TK Negeri baru. Selain itu, terdapat rencana rehabilitasi di dua sekolah pada jenjang tersebut.
Sementara untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Disdikbud PPU merencanakan pembangunan dan rehabilitasi di 12 sekolah. Selain itu, perbaikan sarana utilitas akan dilakukan di 10 sekolah, meliputi perbaikan kamar mandi, pagar, serta penataan halaman dan paving.
Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), rencana pembangunan ruang kelas baru akan dilaksanakan di enam sekolah. Adapun perbaikan utilitas seperti pagar, halaman, dan ruang pendukung lainnya direncanakan di lima sekolah.
“Total sekolah yang menjadi sasaran sekitar 30-an sekolah, mulai dari TK, SD, hingga SMP,” jelasnya.
Ricci mengakui bahwa anggaran tahun 2026 mengalami penurunan lebih dari separuh dibandingkan tahun 2025. Estimasi anggaran tahun ini sekitar Rp30 miliar, namun belum sepenuhnya pasti karena menunggu DPA.
Sementara pada tahun lalu, anggaran Disdikbud PPU pada APBD murni mencapai sekitar Rp 90 miliar. Namun setelah dilakukan rasionalisasi, anggaran yang terealisasi hanya sekitar Rp 70 miliar.
Dengan keterbatasan anggaran tahun ini, Disdikbud PPU berharap program pembangunan dan rehabilitasi sekolah tetap dapat berjalan optimal demi mendukung kenyamanan dan kualitas proses belajar mengajar di wilayah PPU.
“Penurunan ini memang berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran. Tapi walaupun anggarannya berkurang, kita tetap berupaya memaksimalkan pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan yang ada,” imbuhnya. (*)
Editor : Sukri Sikki