KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Memasuki awal Februari 2026, kondisi harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan tren yang bervariasi. Berdasarkan data Panel Harga Pangan per 1 Februari 2026, terdapat kenaikan signifikan pada kelompok cabai, sementara beberapa komoditas lainnya justru mengalami penurunan harga.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) PPU, Mulyono, mengungkapkan bahwa fluktuasi harga ini merupakan hal yang wajar terjadi di awal bulan, namun pihaknya tetap melakukan pengawasan ketat untuk menjaga stabilitas pasokan di pasar.
"Kami memantau adanya kenaikan harga yang cukup terasa pada komoditas cabai. Cabai merah keriting naik sebesar 7,69 persen menjadi Rp 40.000 per kilogram, disusul cabai merah besar yang naik 4,69 persen ke angka Rp 47.857 per kilogram," ujar Mulyono saat dikonfirmasi, Senin (2/2).
Selain itu, cabai rawit merah juga mengalami kenaikan 2,70 persen dengan harga rata-rata Rp 54.286 per kilogram. Meski terjadi kenaikan pada bumbu dapur, Mulyono menyebutkan ada kabar baik dari komoditas lain yang justru mengalami penurunan harga.
"Daging ayam ras mengalami penurunan tipis sebesar 0,47 persen menjadi Rp 42.400 per kilogram. Selain itu, tepung terigu kemasan juga turun cukup signifikan sebesar 3,95 persen ke harga Rp 12.167 per kilogram," tambahnya.
Sementara itu, untuk kebutuhan dasar utama seperti beras, harga terpantau stabil di tengah masyarakat. Beras premium berada di angka Rp 16.071 per kilogram, beras medium Rp 13.643 per kilogram, dan beras SPHP tetap di harga Rp 13.000 per kilogram.
Baca Juga: Motor Raib Saat Subuh, Unit Reskrim Polsek Penajam Gerak Cepat Bekuk Dua Pelaku Curanmor
Komoditas lain seperti daging sapi murni Rp 150.000 per kilogram, telur ayam ras Rp 29.667 per kilogram, dan minyak goreng kemasan Rp 22.286 per liter juga tidak menunjukkan perubahan harga yang berarti.
Mulyono menegaskan bahwa meski ada beberapa komoditas yang merangkak naik, masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan terkait ketersediaan stok.
"Kenaikan harga cabai ini dipengaruhi oleh faktor distribusi dan kondisi cuaca di daerah penghasil. Namun, secara keseluruhan stok bahan pokok di PPU masih sangat aman untuk memenuhi kebutuhan warga. Kami di Disketapang akan terus berkoordinasi dengan distributor dan pihak terkait untuk memastikan tidak ada kendala pasokan yang berarti ke wilayah kita," kata Mulyono.
Dikatakannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU melalui Disketapang mengimbau warga untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan aksi borong (panic buying), mengingat ketersediaan pangan di Benuo Taka saat ini masih terkendali.(*)
Editor : Hernawati