KALTIMPOST.ID, PENAJAM — Pertumbuhan penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menunjukkan tren peningkatan yang stabil dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data lima tahun terakhir, laju pertumbuhan penduduk PPU berada di kisaran 2 hingga 3 persen setiap periode enam bulan.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil PPU, Bachtiar Latief, mengatakan saat ini pemerintah daerah masih menggunakan data kependudukan semester I tahun 2025.
Pada periode tersebut, jumlah penduduk PPU tercatat sekitar 203.661 jiwa.
Baca Juga: Sabu 386 Gram Disimpan di Kontrakan, Pengedar di Tanah Grogot Diciduk Polisi
“Kalau melihat tren lima tahun terakhir, pertumbuhan penduduk konsisten di angka 2 sampai 3 persen. Tidak terlalu melonjak, tetapi stabil,” ujar Bachtiar, Kamis (5/2/2026).
Dengan asumsi pertumbuhan minimal dua persen, ia memperkirakan jumlah penduduk PPU pada semester II 2025 akan mengalami penambahan sekitar 2.000 hingga 3.000 jiwa.
“Dari 203 ribu jiwa, dengan pertumbuhan dua persen, jumlah penduduk bisa menjadi sekitar 205 ribuan. Biasanya penambahannya memang di kisaran itu,” jelasnya.
Baca Juga: Deflasi Bulanan Balikpapan Januari 2026 Capai 0,11 Persen, Harga Transportasi dan Pangan Turun
Menurut Bachtiar, pertumbuhan penduduk tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Di antaranya kelahiran, kedatangan penduduk dari luar daerah, serta pergerakan penduduk yang masuk dan keluar wilayah PPU.
“Semua komponen itu dihitung dan disaring oleh pemerintah pusat sebelum datanya dibagikan ke daerah,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan jumlah penduduk mulai berdampak pada sejumlah aspek strategis. Salah satunya berkaitan dengan proyeksi penambahan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU.
Baca Juga: Diskominfo PPU Siapkan EPSS 2026, Targetkan Nilai Statistik Naik
Dengan jumlah penduduk yang telah melampaui 200 ribu jiwa, PPU dinilai berpotensi memiliki hingga 30 kursi DPRD pada periode mendatang.
“Data ini juga sempat diminta oleh KPU karena berkaitan dengan penataan kursi DPRD. Secara perhitungan, sudah memungkinkan adanya penambahan,” ungkapnya.
Dari sisi sebaran wilayah, Kecamatan Penajam masih menjadi daerah dengan jumlah dan pertumbuhan penduduk tertinggi di PPU.
Sementara itu, Kecamatan Sepaku juga menunjukkan tren peningkatan, seiring berkembangnya aktivitas pembangunan dan mobilitas masyarakat terkait Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca Juga: Ramp Check Terminal Penajam Jelang Ramadan, Polisi Ungkap Kondisi Angkutan Umum
“Penajam masih paling dominan, disusul Sepaku. Banyak pendatang yang datang untuk bekerja, ada juga yang datang melihat peluang,” jelas Bachtiar.
Ia menambahkan, data kependudukan terbaru semester II 2025 saat ini masih menunggu rilis resmi dari Kementerian Dalam Negeri.
Keterlambatan tersebut disebabkan adanya kendala teknis pada sistem Jaringan Administrasi Kependudukan secara nasional.
“Begitu data dari pusat dirilis, informasi kependudukan akan lebih detail, mulai tingkat kecamatan, desa, kelurahan, hingga RT,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi