KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya mempercepat luas tambah tanam guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
Terbaru, Dinas Pertanian PPU memastikan distribusi bantuan benih padi sebanyak 6.000 kilogram (6 ton) dari Kementerian Pertanian RI segera menjangkau tangan petani.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) PPU, Andi Trasodiharto, mengungkapkan bahwa bantuan benih varietas desiminasi ini menyasar lahan seluas 240 hektare yang tersebar di beberapa titik strategis.
Dijelaskannya, penyaluran benih ini difokuskan pada wilayah yang memiliki potensi pertanian kuat di PPU.
Adapun wilayah calon penerima, urai dia, meliputi petani di Kelurahan Sesumpu, Kelurahan Kampung Baru, Kelurahan Saloloang, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, PPU.
Andi menjelaskan bahwa jenis padi yang disalurkan adalah Inpari 32 dan Inpari 42. Pemilihan varietas ini bukan tanpa alasan; keduanya dikenal memiliki daya tahan yang baik terhadap karakteristik lahan di wilayah PPU.
Baca Juga: Dukung Program Gentengisasi Prabowo, DPRD dan Pemkot Balikpapan Mulai Lakukan Kajian
"Yang jelas, varietas ini tahan terhadap kondisi lahan yang ada di PPU. Tujuannya adalah mendorong percepatan luas tanam kita," ujar Andi Trasodiharto saat memberikan keterangan pada Senin (9/2).
Misi Mandiri Benih
Ada misi khusus di balik bantuan kali ini. Andi Trasodiharto berharap para petani tidak hanya memanen padi untuk konsumsi, tetapi juga mampu mengelola sebagian hasil panennya untuk dijadikan benih kembali pada musim tanam berikutnya.
"Harapan kami, hasil padi yang didapat nanti sebagian disisihkan untuk benih lagi di lahan tersebut. Jadi kedepannya, saat musim tanam berikut, bibit sudah tersedia secara mandiri dari hasil panen sebelumnya," tambahnya.
Baca Juga: Kabel Listrik di Bontang Segera Ditata Bertahap, Wali Kota Neni Siapkan Program Ducting
Logistik dan Pengambilan
Saat ini, stok benih tersebut telah tersedia dan berada di Gudang Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP/BRMP) Kementerian Pertanian yang berlokasi di Samarinda. Proses koordinasi pengambilan dan distribusi ke kelompok tani akan segera dilakukan dalam waktu dekat agar jadwal tanam petani tidak terhambat.
Langkah ini, lanjut Andi Trasodiharto, diharapkan menjadi katalisator bagi PPU untuk menjadi lumbung pangan yang mandiri, terutama dalam menyongsong peran strategis sebagai mitra Ibu Kota Nusantara (IKN).(*)
Editor : Dwi Puspitarini