KALTIMPOST.ID-Meski tahapan Pemilu dan Pilkada belum dimulai, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Penajam Paser Utara (PPU) tetap menjalankan agenda sosialisasi dan pendidikan pemilih.
Upaya itu dilakukan untuk menjaga kesinambungan literasi politik masyarakat di tengah keterbatasan anggaran non-tahapan.
Melalui Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM (Sosdiklih, Parmas, dan SDM), KPU PPU memilih strategi sosialisasi yang lebih efisien dan adaptif.
Pendekatan tersebut mengombinasikan metode luring dan daring dengan biaya minimal, namun tetap menjangkau sasaran luas.
Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU PPU Aris mengatakan, keterbatasan anggaran memaksa penyelenggara pemilu untuk lebih kreatif.
Salah satu strategi yang dijalankan adalah menyampaikan pesan-pesan kepemiluan melalui kegiatan yang sudah berjalan, seperti menjadi pembina upacara di sekolah-sekolah.
“Pembina upacara sudah kita lakukan. Selain itu, kami juga memanfaatkan kegiatan bersama Kesbangpol, serta melaksanakan podcast sebagai bentuk sosialisasi selama belum ada tahapan,” ujarnya, Senin (9/2).
Aris mengakui, kondisi anggaran menjadi tantangan utama. Namun, KPU PPU berupaya memastikan kegiatan sosialisasi tidak terhenti.
Dengan memanfaatkan ruang-ruang yang tersedia, satu kegiatan bahkan bisa menjangkau ratusan peserta sekaligus.
“Kita fokus pada kegiatan minim anggaran, seperti sosialisasi saat pembina upacara yang bisa diikuti lebih dari 100 peserta, podcast, serta pembuatan konten digital,” jelasnya.
Sasaran utama sosialisasi ini adalah pemilih pemula dan generasi milenial. Aris menyebut, berdasarkan pengalaman pemilu sebelumnya, tingkat partisipasi kelompok ini cukup tinggi dan mencapai sekitar 50 persen.
Karakter generasi yang lekat dengan teknologi menjadi pertimbangan dalam menentukan metode sosialisasi.
“Mereka antusias dan relatif melek politik. Generasi Z ini lebih mudah dijangkau lewat pendekatan digital, sehingga gaya sosialisasinya juga harus menyesuaikan,” tambahnya.
Di sisi lain, Aris juga memaparkan gambaran umum jadwal pesta demokrasi mendatang. Tahapan Pemilu direncanakan terbagi dalam tiga fase, yakni persiapan, pelaksanaan, dan pascapelaksanaan.
Tahun 2027 diproyeksikan sebagai fase awal persiapan, sementara pelaksanaan diperkirakan berlangsung pada 2028 hingga 2029. “Proses pelaksanaan kemungkinan berlangsung pada 2028 sampai 2029,” pungkasnya. (ami/rd)
Editor : Romdani.