Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Libur Panjang Nyepi dan Lebaran 2026, Polres PPU Imbau Pemudik Atur Waktu Perjalanan

Ahmad Maki • Rabu, 18 Maret 2026 | 16:50 WIB

AKP Dedik I Prasetyo
AKP Dedik I Prasetyo

 

 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM–Kepolisian Resor Penajam Paser Utara (PPU) mulai mematangkan pola pengamanan arus mudik dan balik menjelang libur panjang Nyepi dan Idulfitri tahun ini.

Evaluasi dari pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya menjadi acuan utama dalam menyusun strategi pengaturan lalu lintas.

Kasat Lantas Polres PPU AKP Dedik I Prasetyo menjelaskan, periode libur panjang tahun ini berpotensi memicu pergerakan masyarakat lebih awal, bahkan sejak H-7. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mengatur waktu keberangkatan sejak jauh hari guna menghindari penumpukan kendaraan di titik-titik tertentu.

“Harapannya masyarakat pemudik bisa mengatur waktu lebih awal, sehingga tidak terjadi penumpukan besar,” ujarnya, Rabu (18/3).

Berkaca pada Nataru lalu, kata Dedik, kepadatan lalu lintas sempat terjadi akibat kesalahpahaman informasi terkait penutupan portal jalan tol IKN menuju Balikpapan.

Saat itu, informasi yang beredar menyebutkan penutupan dilakukan pukul 18.00 Wita, namun di lapangan portal sudah ditutup sejak pukul 17.00 Wita. Akhirnya jalan dari IKN menuju arah Kilometer 38 Bukit bangkirai mengalami penumpukan.

Menurut Dedik, kebijakan penutupan lebih awal tersebut merupakan langkah antisipasi dari pihak Kementerian PUPR demi keselamatan pengguna jalan. Mengingat kondisi penerangan di ruas tol yang masih terbatas. Namun, perbedaan persepsi ini menimbulkan kebingungan di masyarakat.

“Kalau dari versinya Kementerian PU adalah untuk menjaga keselamatan selama perjalanan ini supaya penanganan masih terjaga. Tapi masyarakat tahunya pukul 18.00 WITA baru ditutup portalnya. Sedangkan sebenarnya, pukul 17.00 Wita sudah ditutup. Nah, kami akhirnya berkoordinasi dan dengan Kementerian PU, akhirnya disepakati bahwa dibuka sesuai dengan persepsi pengendara jam 18.00 baru ditutup," ulasnya.

Ia menjelaskan, untuk pengamanan Lebaran tahun ini, pola pergerakan kendaraan diprediksi berbeda dibandingkan Nataru.

Jika sebelumnya arus lalu lintas didominasi oleh pengunjung Ibu Kota Nusantara (IKN) dan jemaah Haul Guru Sekumpul yang jumlahnya mencapai jutaan orang, kali ini diperkirakan arus kendaraan lebih landai karena tidak adanya kegiatan besar tersebut.

Namun, kepolisian tetap mengantisipasi potensi peningkatan kunjungan ke kawasan IKN. Pengamanan difokuskan pada sejumlah jalur utama, seperti akses tol Pulau Balang, ruas kilometer 38 menuju Sepaku dan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), serta jalur dari PPU menuju wilayah Kalimantan Selatan melalui Simpang Silkar dan Sotek.

Dalam pelaksanaan pengamanan, Polres PPU akan berkolaborasi dengan Otorita IKN, Satgas Nusantara, serta TNI. Selain itu, melalui Operasi Ketupat, sejumlah pos pengamanan dan pos terpadu juga telah disiapkan di titik-titik strategis.

“Untuk pengamanan di kawasan KIPP, kami melibatkan sekitar 70 personel yang fokus menjaga keamanan di wilayah tersebut,” tambahnya.

Dedik menegaskan bahwa situasi lalu lintas bersifat dinamis. Oleh karena itu, seluruh jalur di wilayah PPU, baik jalan nasional maupun tol fungsional, menjadi perhatian utama dalam menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas.

"Jalan tol kan fungsional saat ini hanya beroperasi terbatas, yakni dari pukul 06.00 hingga 18.00 Wita, serta diperuntukkan bagi kendaraan tertentu," imbuhnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#polres paser #libur lebaran #arus lalin