Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Antisipasi Kekeringan, PPU Siapkan Rp30 Miliar untuk Embung Lawe-Lawe

Ahmad Maki • Selasa, 7 April 2026 | 08:10 WIB
Abdul Rasyid, Direktur PDAM Danum Taka PPU, menjelaskan rencana peninggian tanggul Embung Lawe-Lawe untuk antisipasi kekeringan 2026.
Abdul Rasyid, Direktur PDAM Danum Taka PPU, menjelaskan rencana peninggian tanggul Embung Lawe-Lawe untuk antisipasi kekeringan 2026.

 
KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan langkah strategis menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung dari April hingga Agustus 2026. Salah satu fokus utama adalah optimalisasi Embung Lawe-Lawe untuk memastikan ketersediaan air baku bagi masyarakat.

Direktur PDAM Danum Taka, Abdul Rasyid, menyampaikan bahwa Bupati PPU sedang mengupayakan pengalihan dana dari kementerian pusat senilai sekitar Rp30 miliar untuk proyek peninggian tanggul embung.

“Peninggian tanggul menjadi solusi paling memungkinkan dibandingkan pengerukan. Hal ini karena ada risiko teknis terkait pipa bawah tanah milik Pertamina dan BTN di kawasan tersebut,” ujar Rasyid, ditemui di Kantor Bupati PPU, Senin (6/4/2026).

Baca Juga: Kabar Gembira! Menaker Yassierli Tegaskan Gaji WFH Satu Hari Seminggu Wajib Dibayar Penuh, Ini Aturannya

Rencana peninggian embung mencapai 2–3 meter. Tujuannya agar air dari Sungai Lawe-Lawe yang biasanya melimpas ke laut bisa ditampung lebih maksimal sebagai cadangan air baku.

Selain fungsi teknis, Bupati PPU juga berharap kawasan embung seluas 17–20 hektare itu bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata, meniru konsep Embung MBS di IKN.

“Meski tidak sama persis, kami ingin menambahkan fasilitas jogging track dan area memancing untuk menarik wisatawan,” jelas Rasyid.

Saat ini, debit air di PPU mulai menurun dari 110 liter per detik menjadi 90 liter per detik. Meski beberapa wilayah sempat diguyur hujan, Rasyid menyebutkan hujan tersebut hanya terjadi di hilir, bukan di hulu seperti kawasan Sotek atau Buluminung.

Baca Juga: PPU Dorong Bappenas Susun Blue Print, Agar Tak Jadi "Kota Mati" IKN

“Kalau kemarau panjang tanpa hujan di hulu, ketahanan air kita paling maksimal hanya sampai dua bulan. Kami mengimbau masyarakat mulai berhemat air dan menyiapkan penampungan mandiri seperti tandon,” tambahnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#Embung Lawe-Lawe #cadangan air #wisata #kemarau