KALTIMPOST.ID-Sekkab Penajam Paser Utara (PPU) Tohar memberikan teguran keras terhadap kinerja Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) PPU.
Ia meminta organisasi tersebut berhenti terjebak dalam rutinitas seremonial dan mulai fokus pada realisasi program yang menyentuh langsung nasib para perajin lokal.
Hal itu, ditegaskan Tohar saat menghadiri agenda Halal Bihalal sekaligus Rapat Kerja Dekranasda PPU yang dihelat di Kantor Bupati PPU, Jumat (17/4).
Tohar menekankan keberhasilan sebuah organisasi tidak diukur dari seberapa sering mereka mengadakan pertemuan, melainkan dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya.
“Kita jangan terjebak pada kegiatan rutinitas tanpa hasil yang jelas. Program yang disusun harus realistis, terukur, dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Tohar.
Baca Juga: Azizah Salsha Cabut Laporan Usai Mediasi di Bareskrim, Kini Damai dengan Bigmo dan Resbob
Menurutnya, Dekranasda memegang posisi strategis sebagai motor penggerak ekonomi kreatif. Namun, potensi besar tersebut akan sia-sia jika konsistensi pelaksanaan dan evaluasi program masih lemah.
Tohar mengingatkan agar semangat kebersamaan tersebut dikonversi menjadi energi produktif. “Saya tidak ingin Dekranasda hanya menjadi simbol organisasi tanpa kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia berharap, Dekranasda segera melakukan pembenahan internal agar lebih responsif terhadap keperluan pelaku UMKM.
Jika tidak ada perubahan pola kerja yang drastis, dikhawatirkan sektor kerajinan di PPU akan sulit berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
“Silaturahmi itu penting, tapi yang lebih penting adalah bagaimana energi kebersamaan ini kita bawa ke dalam kerja nyata,” imbuhnya. (ami/rd)
Editor : Romdani.