Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jelang Iduladha, MUI PPU Serukan Khatib Suarakan Perjuangan Gaza di Atas Mimbar

Ari Arief • Minggu, 24 Mei 2026 | 11:21 WIB
Ketua Umum MUI Penajam Paser Utara, KH. Abu Hasan Mubarok.(dok)
Ketua Umum MUI Penajam Paser Utara, KH. Abu Hasan Mubarok.(dok)

KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Tragedi dan problematika kemanusiaan di Gaza, Palestina, yang belum kunjung usai memantik keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Merespons duka tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengeluarkan imbauan resmi yang ditujukan kepada seluruh elemen umat Islam, khususnya para pemegang mimbar khutbah di wilayah PPU.

Memasuki bulan Dzulhijjah 1447 H—momentum mulia menjelang puncak ibadah haji dan Iduladha—MUI PPU mengajak para khatib Jumat dan khatib Iduladha mendatang untuk menjadikan mimbar sebagai sarana penguat solidaritas internasional.

Ketua Umum MUI Kabupaten PPU, KH. Abu Hasan Mubarok, menegaskan bahwa mimbar khutbah memiliki peran strategis untuk mengetuk kesadaran spiritual dan kemanusiaan jemaah. Beliau mengimbau para khatib untuk menyelipkan narasi perjuangan dan doa khusus bagi kemerdekaan Gaza dari cengkeraman agresi militer Israel.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Walhi Kaltim Sebut Klaim Lahan Adat oleh Otorita IKN di Sepaku Bentuk Pelanggaran HAM

“Kami mengetuk hati para khatib Jumat dan khatib Idul Adha di seluruh wilayah Penajam Paser Utara untuk memanfaatkan momen khutbah sebagai sarana pengingat. Saudara-saudara kita di Gaza sangat membutuhkan pertolongan kita, dan senjata terkuat orang mukmin yang bisa kita kirimkan saat ini, minimal adalah untaian doa yang tulus,” kata KH. Abu Hasan Mubarok.

Tiga Poin Utama Imbauan MUI PPU

Dalam seruan resminya, MUI PPU menggarisbawahi tiga poin penting yang diharapkan dapat diimplementasikan oleh para khatib dan pengurus masjid di Benuo Taka, PPU.

Pertama, menyelipkan doa Qunut Nazilah melalui para imam dan khatib dianjurkan untuk menghidupkan kembali pembacaan doa Qunut Nazilah pada salat-salat wajib maupun salat Jumat demi keselamatan warga Palestina.

Kedua, mengingatkan esensi pengorbanan. Dalam pelaksanaan khutbah Iduladha nanti, khatib diharapkan mampu mengaitkan nilai pengorbanan Nabi Ibrahim AS dengan keteguhan serta pengorbanan luar biasa yang ditunjukkan oleh warga Gaza hari ini.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Masyarakat Adat Balik di Sepaku Mengeluh Panen Menurun, Otorita IKN Dorong Pertanian Modern

Ketiga, menggalang kepedulian konkret dengan mengajak jamaah untuk tidak hanya berhenti pada doa, melainkan ikut aktif menyalurkan bantuan dana kemanusiaan terbaik mereka melalui lembaga-lembaga filantropi yang tepercaya dan legal.

KH. Abu Hasan Mubarok menambahkan, sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan waktu-waktu utama di mana doa dikabulkan oleh Allah SWT. MUI PPU berharap gelombang doa yang dipanjatkan serentak dari seluruh masjid di PPU dapat menjadi kekuatan maknawi bagi warga Palestina.

Sinergi kepedulian ini, lanjutnya, menjadi bukti nyata bahwa umat Islam di beranda Nusantara, khususnya di Penajam Paser Utara, tidak pernah melupakan kesucian Masjidil Aqsa dan hak kemerdekaan bangsa Palestina.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Dulu Air Berlimpah, Kini Warga Adat Sepaku Sampai Beli Air Bersih hingga Khawatir Banjir Bandang

Bagi para khatib yang memerlukan naskah panduan materi khutbah bertema Palestina, MUI PPU telah menyediakan akses unduhan melalui portal resmi https://muipenajam.or.id. Sementara untuk koordinasi penayangan materi atau layanan umat, masyarakat dapat menghubungi Admin resmi MUI PPU di nomor HP: 085696781668.(*)

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#KH. Abu Hasan Mubarok #Mimbar bebas #gaza #MUI PPU