KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Upaya pencarian terhadap Rofik (40), warga RT 11 Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang diduga hilang di kawasan hutan HPH PT ITCI Kartika Utama (ITCIKU), memasuki hari kedua pada Selasa (26/5).
Tim gabungan telah memperluas radius penyisiran, namun hingga operasi dihentikan sementara pada petang hari, keberadaan korban masih misterius.
Berdasarkan data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU pada Selasa (26/5) malam pukul 19.13 Wita, fokus operasi hari kedua ini adalah menyisir area di dalam hutan yang menjadi lokasi tempat korban menjerat hewan.
Baca Juga: Lawatan ke Paris, Presiden Prabowo Bakal Salat Iduladha di Prancis
"Tim gabungan memperluas area pencarian dengan berjalan kaki di sekitar lokasi korban diduga hilang, dengan jarak menjangkau kurang lebih 5 kilometer dari jalan utama," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila, dalam laporan resminya.
Tak hanya berjalan kaki menembus rimbunnya hutan, pada pukul 14.00 Wita tim juga menggunakan kendaraan roda empat untuk menyisir jalan utama yang mengelilingi kawasan hutan tersebut. Penyisiran kemudian dilanjutkan kembali dengan berjalan kaki ke dalam hutan guna mencari rute terdekat menuju titik terakhir korban terlihat.
Baca Juga: RSPB Health Expo 2026: Hadirkan Layanan Unggulan
"Namun hingga kegiatan pencarian hari kedua selesai dilaksanakan, korban masih belum ditemukan. Pencarian dihentikan sementara pada pukul 17.00 Wita dan akan kami lanjutkan kembali besok Rabu (27/5) pagi," jelas Nurlaila.
Peristiwa ini bermula saat Rofik bersama rekannya, Dewa, pergi ke KM 41 Hutan HPH PT ITCIKU untuk menjerat hewan pada Sabtu (23/5) sore sekitar pukul 15.00 Wita. Namun pada Minggu (24/5) malam, Dewa mengabarkan kepada pihak keluarga bahwa Rofik telah hilang di dalam hutan.
Baca Juga: Polres PPU Siagakan Personel Gabungan Amankan Malam Takbiran Iduladha 1447 H
Pihak keluarga yang cemas kemudian melaporkan kejadian ini ke DPKP Pos Maridan dan kepolisian pada Senin (25/5) siang, yang langsung ditindaklanjuti dengan pencarian awal oleh warga sebelum akhirnya tim SAR gabungan skala besar diturunkan.
Dalam operasi kemanusiaan ini, sejumlah unsur dikerahkan secara terpadu di lapangan. Mulai dari personil BPBD PPU, DPKP Pos Maridan, Pospol dan Bhabinkamtibmas Maridan, Aparat dan Kades Telemow, pihak PT ITCIKU, Otorita IKN, hingga keluarga korban dan warga setempat.
Baca Juga: Sabu Masuk Ring 1 IKN, Dua Pengedar di Sepaku Diringkus Polres PPU
Armada pendukung seperti mobil operasi, peralatan penanggulangan bencana, hingga motor trail juga dikerahkan untuk menembus medan hutan yang sulit. (*)