KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Ancaman penyebaran penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data terbaru hingga Juni 2026, tercatat sedikitnya ada 50 warga di wilayah Kecamatan Penajam berstatus sebagai terduga atau suspek TBC yang memerlukan pemeriksaan lanjutan serta pendampingan pengobatan secara intensif.
Merespons kondisi tersebut, Kecamatan Penajam menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektor di Ozhien Cafe & Guest House, Rabu (10/6/2026). Agenda ini dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro, Camat Penajam, Rahmat, Kapolsek Penajam, AKP Syaifuddin, Plt Kepala UPT Puskesmas Penajam, Saryono, serta puluhan kader posyandu dan lurah setempat.
Plt Kepala UPT Puskesmas Penajam, Saryono, membenarkan adanya temuan puluhan kasus suspek tersebut. Guna menekan angka penularan, pihaknya memaksimalkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai garda terdepan deteksi dini.
"Masih ditemukannya kasus TBC di Penajam memerlukan perhatian bersama. Dukungan lintas sektor sangat diperlukan agar target pengendalian penyakit ini bisa tercapai maksimal," kata Saryono.
Baca Juga: Tari Dayak hingga Tor-Tor Lepas Kelulusan Angkatan XI TK Kemala Bhayangkari 13 PPU
Obat Gratis dan Imbauan Tidak Malu Berobat
Plt Kepala Dinas Kesehatan PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro, mengingatkan masyarakat bahwa TBC menular dengan mudah melalui udara saat penderita batuk atau bersin. Kendati demikian, ia menegaskan penyakit ini bisa disembuhkan total asalkan pasien berobat secara disiplin.
"Masyarakat jangan takut atau malu untuk memeriksakan diri. TBC dapat disembuhkan total jika penderita menjalani pengobatan rutin dan tuntas selama enam bulan. Manfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang sudah disediakan pemerintah," terang dr. Lukasiwan.
Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres PPU Gelar Berbagai Lomba dari Balap Speedboat hingga E-Sports
Kenali Gejala Klinis TBC
Dalam pemaparan materi teknis, Kasi Penanganan Penyakit Menular UPT Puskesmas Penajam, Mulyadi, merincikan beberapa tanda klinis yang wajib diwaspadai oleh masyarakat, seperti batuk berdahak selama lebih dari dua minggu berturut-turut. Kemudian, sesak napas dan demam berkepanjangan.
Keluhan berikutnya adalah keluar keringat pada malam hari tanpa aktivitas fisik, dan penurunan drastis pada nafsu makan dan berat badan. Catatan: TBC tidak hanya menyerang paru-paru, melainkan juga bisa menyerang organ tubuh lain (TBC ekstra paru).
Baca Juga: Sengkarut Draf APBD PPU, Disomasi LAKI, BKAD Sebut Dokumen Anggaran Sudah Terbuka untuk Umum
Sementara itu, Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kapolsek Penajam, AKP Syaifuddin menyatakan komitmen penuh jajaran kepolisian untuk mengawal program eliminasi TBC ini melalui edukasi ke tingkat bhabinkamtibmas dan desa.
Menurutnya, perang terhadap TBC tidak bisa dibebankan kepada sektor kesehatan saja, melainkan butuh kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat.(*)
Editor : Thomas Priyandoko