Kasi Pendidikan Madrasah, Kementerian Agama (Kemenag) PPU, Muhadi, menyebutkan bahwa untuk madrasah di bawah naungan Kemenag secara keseluruhan sebenarnya ada 30 lembaga.
"Namun, yang mendapatkan bantuan KPC ini khusus untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTS). Rinciannya ada 6 lembaga untuk MI dan 11 lembaga untuk MTS," kata Muhadi, ditemui di ruangannya, Senin (13/7/2026).
Muhadi menjelaskan, jumlah penerima manfaat pada saat penyaluran nanti bisa saja mengalami sedikit perubahan, baik berkurang maupun bertambah dari data perencanaan awal. Hal ini dikarenakan proses penganggaran tahun 2026 didasarkan pada data EMIS (Education Management Information System) tahun 2025.
"Penganggaran itu memerlukan perencanaan yang dilakukan setahun sebelumnya. Jadi, data yang dipakai untuk anggaran 2026 ini diambil dari data tahun 2025. Nanti di lapangan pasti ada penyesuaian karena adanya murid baru yang mendaftar tahun ini. Namun, selisihnya diprediksi tidak akan banyak," jelasnya.
Ia pun optimistis seluruh kuota yang telah disiapkan akan terserap optimal, sehingga seluruh siswa baru yang memenuhi syarat dapat terakomodasi dengan baik. Terlebih, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kaltim juga telah melakukan pendampingan sebanyak dua kali ke PPU untuk memastikan validitas data siswa penerima manfaat.
"Mudah-mudahan perkiraan saya bisa terserap semua dan siswa baru tahun ini bisa dapat. Kemarin dari BPK Kaltim juga sudah dua kali ke sini untuk melakukan pendampingan dan memastikan data siswa penerima manfaat ini benar-benar valid," tambahnya.
Jika tidak ada kendala, program KPC untuk siswa madrasah ini ditargetkan dapat disalurkan pada bulan Agustus mendatang, setelah melalui rapat koordinasi bersama Bapelitbang pada Kamis lalu.
Pada akhir wawancara, Muhadi memberikan imbauan penting kepada para orang tua murid yang nantinya menerima bantuan KPC. Ia berharap bantuan tunai tersebut dapat dimanfaatkan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan pokok sekolah anak, seperti membeli seragam dan alat tulis kantor (ATK).
Selain itu, ia juga sangat menyarankan agar para orang tua membelanjakan dana bantuan tersebut di toko-toko atau tempat perbelanjaan yang berada di wilayah Kabupaten PPU.
"Total anggaran ini mencapai miliaran rupiah. Oleh karena itu, kami mengimbau orang tua siswa agar berbelanja di PPU saja. Tujuannya agar terjadi simbiosis mutualisme, di mana perputaran uang dan ekonomi daerah dapat berkembang, sehingga masyarakat dan pelaku usaha di PPU juga ikut menikmati dampak positif dari bantuan pemerintah ini," pungkas Muhadi. (*)
Editor : Ismet Rifani