PENAJAM– Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Drs. H. Muhammad Syahrir MH, menyatakan dukungan penuh dan menyambut positif langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU terkait implementasi program Kartu Penajam Cerdas (KPC). Baik untuk tingkat Madrasah Aliyah (MA) yang berada di bawah tanggung jawab provinsi, Madrasah Tsanawiyah (MTs) negeri dan swasta, maupun seluruh Madrasah Ibtidaiyah (MI) swasta yang ada di PPU.
"Dengan adanya berita gembira berkaitan dengan bantuan pemerintah untuk keberlangsungan pendidikan di PPU ini, menunjukkan pemerintah daerah sudah memiliki kepedulian terhadap tanggung jawab sebagai pelaksana pemerintahan. Khususnya dalam memberikan apresiasi kepada siswa, baik MTs negeri dan swasta maupun Madrasah Ibtidaiyah di wilayah PPU," kata Syahrir, ditemui, Senin (13/7/2026).
Ia berharap, melalui program ini tidak ada lagi kendala bagi orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka di PPU, terutama yang dipicu oleh faktor biaya. Pemerintah dinilai telah hadir dan menunaikan tanggung jawabnya di sektor pendidikan.
"Tentu ini memberikan dorongan kepada orang tua untuk menyekolahkan anak-anak kita atau generasi muda sebagai harapan bangsa untuk mendapatkan pendidikan dari madrasah. Madrasah itu adalah pendidikan umum yang bercirikan agama. Tentu ini adalah suatu kesyukuran," ujarnya.
Syahrir juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada jajaran Pemkab PPU. Khususnya Bupati PPU, Mudyat Noor, dan Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin. Ia menilai perhatian yang diberikan kepada pendidikan madrasah merupakan sebuah terobosan penting untuk menghadirkan keadilan di sektor pendidikan, tanpa membeda-bedakan antara lembaga pendidikan yang bercirikan agama dengan pendidikan formal umum.
Terkait pelaksanaan program ini, Kemenag PPU berperan aktif dalam menyuplai data madrasah yang valid kepada pemerintah daerah. Bahkan, kepastian keberpihakan kebijakan ini didapat setelah adanya rapat koordinasi yang berlangsung di Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU.
"Alhamdulillah dengan adanya rapat kemarin di Bapelitbang PPU, utusan kami juga hadir. Sekaligus kami mengutus operator madrasah yang berkaitan dengan data tersebut," ucapnya.
Ia menambahkan, data yang disiapkan dan sedang ditunggu saat ini mencakup data siswa untuk tahun ajaran baru, yakni periode 2026/2027. Kemenag PPU berharap seluruh siswa madrasah yang memenuhi syarat dapat terakomodasi secara menyeluruh dalam program bantuan ini. (*)
Editor : Ismet Rifani