PENAJAM– Sejak diumumkan, Senin (6/7/2026), perkembangan seleksi terbuka (selter) atau lelang jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih "wait and see" hingga menjelang batas akhir pendaftaran yang di tentukan yakni, Senin (20/7/2026), pekan depan.
Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) PPU, Nurwati, mengungkapkan bahwa hingga saat ini baru ada tiga orang pelamar yang resmi mendaftarkan diri secara online melalui sistem aplikasi.
"Untuk perkembangan pendaftaran selter pada pagi hari ini, baru ada tiga orang pelamar. Itu berasal dari Kutai Timur dan mendaftar di Dinas Kominfo. Sementara, dua orang orang lainnya yang berasal dari pemerintahan PPU melamar ke Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora)," ujar Nurwati, ditemui media ini, Selasa (14/7/2026).
Selain itu, Nurwati menjelaskan bahwa para aparatur sipil negara (ASN) asal PPU, pada prinsipnya masih dalam proses melengkapi dokumen persyaratan administratif. Beberapa berkas yang sedang disiapkan oleh para calon pelamar antara lain, surat keterangan kesehatan, surat keterangan tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin (yang ditandatangani oleh kepala SKPD asal dan Kepala BKPSDM), surat pernyataan persetujuan dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), dalam hal ini bupati PPU.
Baca Juga: Optimalkan Penyerapan Dana CSR, Pemkab PPU Minta Perusahaan Susun Program Terstruktur
"Untuk surat pernyataan dari PPK atau bupati, para pelamar bisa mengurusnya secara kolektif melalui kami di BKPSDM, atau bisa juga menghadap langsung ke bupati," jelasnya. Selain masalah kelengkapan berkas, Nurwati tidak menampik adanya fenomena saling menunggu (wait and see) di antara para figur yang berniat maju.
"Rata-rata teman-teman ini masih bingung menentukan arah dari lima dinas yang dibuka. Mereka masih ragu-ragu dan saling memantau perkembangan. Ada kecenderungan saling melihat. "Kalau kamu daftar di sini, aku di sini saja,' agar peta persaingan bisa merata sesuai minat masing-masing," ucap Nurwati, sembari tersenyum.
Meskipun baru tiga orang yang mendaftar secara resmi, BKPSDM PPU mencatat sudah ada beberapa ASN yang melakukan konsultasi. Dari hasil pengamatan sementara, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjadi instansi yang paling banyak dilirik oleh para pelamar. Nurwati juga meluruskan rumor yang beredar mengenai adanya belasan pelamar yang sudah berkonsultasi terkait pinangan ke Diskominfo.
Baca Juga: Gandeng 39 Perusahaan, Pemkab PPU Urung Rembuk Bersama Forum TJSL Kawal Pembangunan Daerah
"Kalau dari wawancara terbatas dan konsultasi yang masuk, peminatnya paling banyak ke Dinas Kominfo. Sejauh ini ada sekitar 5 hingga 6 orang yang berkonsultasi terkait formasi di Kominfo," sebut Nurwati. Sebaliknya, beberapa dinas lain diprediksi akan sepi peminat pada selter kali ini.
"Yang kami khawatirkan agak sepi itu Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang). Sejauh ini belum ada komunikasi atau koordinasi dari pelamar yang mengarah ke sana," jelasnya.
Diinformasikan, pendaftaran selter ini akan terus dibuka hingga 20 Juli mendatang. Sesuai dengan aturan yang berlaku, setiap posisi jabatan minimal harus diisi oleh empat orang pelamar agar proses seleksi administrasi dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM PPU, Khairudin memprediksi arus pendaftaran baru akan melonjak secara signifikan pada hari-hari terakhir menjelang penutupan. "Mungkin di pusingan seminggu terakhir, sekitar tanggal 18 atau 19 Juli, baru ramai yang mendaftar. Setelah pendaftaran ditutup pada 20 Juli, kami akan langsung melakukan verifikasi berkas dan mengumumkan hasil seleksi administrasi setelah tanggal 22 Juli tersebut," pungkas Khairudin. (riz)
Editor : Muhammad Rizki