Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Potensi Fantastis Rumput Laut Desa Babulu Laut Tembus Ratusan Miliar, Begini Trennya

Ahmad Maki • Rabu, 15 Juli 2026 | 12:55 WIB
Bupati PPU Mudyat Noor bersama Margono Hadi Sutanto dalam paparan tim penyusun Policy Brief Budidaya Rumput Laut Gracilaria sp, di ruang rapat bupati, Selasa (14/7/2026). (IST)

 

 
Bupati PPU Mudyat Noor bersama Margono Hadi Sutanto dalam paparan tim penyusun Policy Brief Budidaya Rumput Laut Gracilaria sp, di ruang rapat bupati, Selasa (14/7/2026). (IST)    

 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Desa Babulu Laut di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinilai memiliki potensi ekonomi yang sangat besar melalui pengembangan budidaya rumput laut jenis Gracilaria sp.

Berdasarkan analisis spasial terbaru pada tahun 2026, desa pesisir ini mengantongi lahan tambak potensial seluas kurang lebih 2.050,07 hektare, siap dioptimalkan guna mendongkrak kesejahteraan masyarakat setempat.

Baca Juga: Investasi Kaltim Tembus Rp 16,04 Triliun, Serap 19.428 Tenaga Kerja dalam Tiga Bulan

Staf Ahli Bupati PPU Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Margono Hadi Sutanto, mengungkapkan bahwa komoditas ini relatif mudah dibudidayakan dan memiliki pangsa pasar yang luas.

"Desa Babulu Laut didukung oleh basis masyarakat pembudidaya yang kuat dan luasan tambak yang luar biasa. Namun, kita membutuhkan arah kebijakan taktis dari hulu ke hilir guna mengatasi berbagai kendala di lapangan," kata Margono, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga: Lestarikan Warisan Leluhur, Disdikbud Paser Luncurkan Buku Mulok Bahasa Paser

Menurutnya, berdasarkan data Dinas Perikanan PPU, tren produksi rumput laut di Desa Babulu Laut menunjukkan grafik yang signifikan. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2020–2025), angka produksi melesat hingga 55,6 persen. Dengan rincian produksi di tahun 2020 sebanyak 6.330 ton dan produksi 2025 sebesar 9.850 ton. “Dengan rata-rata peningkatan 704 ton per tahun," katanya.

Menurutnya, tingkat keaktifan kelembagaan di desa ini juga cukup tinggi. Dari hasil turun lapangan terhadap 25 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) berlegalitas, sebanyak 22 Pokdakan (88 persen) terpantau aktif membudidayakan Gracilaria sp. Aktivitas ini melibatkan 229 pembudidaya aktif dari total 340 orang anggota (67,4 persen).

Meski potensinya nyata, riset ini menggarisbawahi adanya variasi luasan tambak yang tercatat di berbagai instansi. Seperti Dinas Perikanan, secara administratif mencatat ada 1.089 hektare lahan tambak. Sementara dari hasil wawancara kelompok, total tambak dilaporkan seluas 1.334,2 hektare, di mana baru sekitar 776,2 hektare yang ditanami Gracilaria sp.

Baca Juga: Balikpapan Bersiap Sambut 10.000 Tamu Porpamnas IX 2026, Ini Persiapannya!

Sisanya sebesar 558 hektare masih menganggur atau dialihkan ke komoditas lain akibat kendala teknis. "Pentingnya pemutakhiran data yang terintegrasi agar pembinaan serta penyaluran bantuan dari pemerintah daerah ke depan dapat lebih tepat sasaran," sambung Margono.

Jika seluruh lahan potensial hasil pemetaan SIG sebesar 2.050,07 hektare berhasil dimaksimalkan dengan kualitas premium (harga Rp 15.000/kg), potensi nilai produksi tahunan Desa Babulu Laut diproyeksikan mampu menembus angka fantastis Rp 246,01 hingga Rp 738,03 miliar.

"Namun, di balik angka fantastis tersebut, para petambak di lapangan ternyata harus berhadapan dengan ancaman lingkungan yang serius dan infrastruktur yang lumpuh. Salah satunya abrasi hingga jeratan tengkulak," ucapnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
Mudyat Noor babulu Penajam Paser Utara (PPU) rumput laut