PENAJAM – Ketersediaan bahan pokok dan penting (bapokting) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sangat bergantung pada kelancaran distribusi dari luar daerah. Kondisi tersebut tidak terlepas dari posisi PPU yang hingga kini masih tergolong sebagai daerah konsumen, bukan produsen pangan.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) PPU, Marlina, mengatakan kondisi tersebut membuat kelancaran jalur distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga stok sekaligus stabilitas harga komoditas pangan.
“Kabupaten PPU secara umum masih tergolong sebagai daerah konsumen, bukan daerah produsen,” kata Marlina, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, kebutuhan pangan masyarakat PPU masih banyak dipenuhi dari wilayah lain. Karena itu, gangguan distribusi berpotensi memengaruhi ketersediaan komoditas dan pergerakan harga di tingkat konsumen.
Baca Juga: Hanya Rp400 Ribu per Bulan, AI NAVARA PUPR PPU Tembus 800 Interaksi
Marlina berharap distribusi komoditas pangan ke PPU dapat terus berjalan lancar. Pemerintah daerah juga tengah mempertimbangkan kerja sama antardaerah (KAD) dengan wilayah yang memiliki produktivitas pangan tinggi.
“Atensi komoditas mudah-mudahan ke depannya tetap terjaga. Yang penting di Penajam itu distributor lancar, jadi tidak terkendala dari berbagai daerah. Apalagi kita juga berencana untuk kerja sama antar daerah,” ujarnya.
Bidik Daerah Penghasil Pangan
Marlina menjelaskan, kerja sama antardaerah nantinya diarahkan kepada wilayah yang menjadi sentra produksi dan memiliki tingkat produktivitas tinggi.
Skema tersebut diharapkan dapat memperkuat jaminan pasokan komoditas pangan ke PPU sekaligus menjaga stabilitas harga ketika terjadi perubahan pasokan di pasar.
Meski demikian, ia menyebut jaringan pedagang dan distributor lokal PPU sebenarnya telah memiliki konektivitas yang cukup luas dengan berbagai sentra produksi di Indonesia.
“Pedagang kita di PPU ini sungguh luar biasa, karena sudah bekerja sama dengan pedagang seperti di Bima, Probolinggo, Surabaya, hingga Makassar. Jadi koneksinya sudah ke mana-mana,” tegasnya.
Karena jaringan distribusi sudah terbentuk, pemerintah daerah kini menilai aspek yang paling penting adalah memastikan arus barang tetap berjalan tanpa hambatan.
“Tinggal bagaimana kita menjaga distribusinya agar tetap lancar, jangan sampai terhambat baik dari jalur laut, udara, maupun darat,” pungkas Marlina.
Editor : Muhammad Ridhuan