Dekatkan Pelayanan Kesehatan, RSUD RAPB PPU Jajaki Kehadiran Spesialis Akupunktur

Ahmad Maki • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:15 WIB
Lukasiwan Eddy Saputro. (AHMAD MAKI/KP)

 
Lukasiwan Eddy Saputro. (AHMAD MAKI/KP)  

 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya meningkatkan kualitas dan kelengkapan fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Apalagi, RSUD RAPB merupakan layanan yang peran sangat strategis sebagai benteng utama pelayanan kesehatan di Penajam.

Direktur RSUD RAPB PPU, dr Lukasiwan Eddy Saputro mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit saat ini tengah melihat potensi untuk menghadirkan layanan terapi akupunktur.

Baca Juga: PPU Masuk Piloting Nasional, Penyaluran Bansos Bakal Terintegrasi Digital

Meski pengobatan tradisional akupunktur telah diakui oleh Kementerian Kesehatan, RSUD RAPB mengakui saat ini belum memiliki sumber daya manusia (SDM) dokter spesialis di bidang tersebut.

"Saat ini, kita memang belum ada untuk SDM dokter spesialis akupunktur. Namun, kalau semakin lengkap kan, tentu semakin bagus," ujar dr Lukas, Jumat (21/8/2026).

Ia menambahkan, kelengkapan fasilitas dan SDM menjadi hal mendasar yang harus terus ditingkatkan, terlebih dengan adanya rencana akuisisi RSUD Sepaku oleh Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi tersebut menjadikan RSUD RAPB sebagai satu-satunya rumah sakit rujukan daerah yang harus benar-benar siap dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan medis warga.

Merespons banyaknya warga PPU yang selama ini harus menyeberang ke Balikpapan untuk mendapatkan terapi akupunktur, pihak RSUD RAPB berencana melakukan penjajakan kerja sama untuk mendekatkan pelayanan tersebut.

"Bisa saja nanti kita lakukan penjajakan kerja sama. Ibaratnya bisa melamar atau praktik di rumah sakit kita. Walaupun jadwalnya tidak setiap hari, mungkin seminggu dua atau tiga kali. Utamanya adalah mendekatkan pelayanan agar warga tidak perlu jauh-jauh menyeberang ke Balikpapan," jelasnya.

Baca Juga: Disnakertrans PPU Rilis Rekapitulasi Pencari Kerja, Lonjakan Terjadi April 2026

Selain pemenuhan layanan akupunktur, RSUD RAPB PPU juga terus melakukan pemetaan dan evaluasi terhadap kebutuhan tenaga medis, baik dokter umum maupun dokter spesialis.

Untuk dokter umum, RSUD RAPB masih membuka peluang penambahan tenaga medis seiring adanya sejumlah dokter yang melanjutkan pendidikan spesialis. Jumlah kebutuhan tersebut nantinya akan dihitung berdasarkan analisis jabatan dan beban kerja.

Sementara itu, untuk dokter spesialis, RSUD RAPB masih fokus melengkapi formasi prioritas program Kanker, Jantung, Stroke, Uronefro, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA) dari pemerintah pusat.

"Untuk dokter spesialis tentu masih kurang, terutama untuk program KJSU-KIA. Kita masih belum punya dokter spesialis untuk kanker maupun urologi. Target kita, dalam pentahapan pengembangan rumah sakit lima tahun ke depan, kebutuhan spesialis tersebut sudah dapat terpenuhi," pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
akupunktur dokter spesialis layanan kesehatan RSUD RAPB Penajam Paser Utara