Antrean SPBU di PPU Bikin Jalan Menyempit, Pemkab Siapkan Penertiban

Ahmad Maki • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:17 WIB
Bupati PPU, Mudyat Noor.
Bupati PPU, Mudyat Noor.

PENAJAM – Antrean kendaraan yang mengular di SPBU depan Kantor Bupati dan DPRD Penajam Paser Utara (PPU) mulai menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, antrean yang memakan badan jalan dinilai meningkatkan risiko kecelakaan.

Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan pemerintah daerah akan segera melakukan penataan di sekitar SPBU tersebut. Pemkab PPU akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polres PPU untuk mengantisipasi potensi kecelakaan sekaligus mengurai kemacetan.

Menurut Mudyat, kondisi jalan di lokasi menjadi salah satu faktor yang membuat antrean kendaraan berbahaya. Jalur tersebut berada di kawasan menurun sehingga kendaraan yang melaju dari arah atas berpotensi kesulitan mengantisipasi antrean yang tiba-tiba berhenti.

Baca Juga: PPU Masuk Piloting Nasional, Penyaluran Bansos Bakal Terintegrasi Digital

“Takutnya kan ini turunan gunung, orang lagi turun laju tiba-tiba mandek dan tidak bisa ngerem. Terjadi kecelakaan karena jalur jalan yang seharusnya besar jadi menyempit. Ini yang akan kita antisipasi bersama Dishub dan Satlantas,” ujar Mudyat, belum lama ini.

Persoalan antrean SPBU juga tidak terlepas dari meningkatnya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di PPU. Sebelumnya, Pemkab PPU telah mengusulkan penambahan kuota BBM bersubsidi.

Mudyat mengatakan, berdasarkan perhitungan awal PT Pertamina Patra Niaga, kuota BBM untuk PPU sebenarnya dinilai mencukupi. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan kebutuhan lebih besar karena PPU kini menjadi jalur perlintasan kendaraan antarprovinsi.

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) turut meningkatkan mobilitas kendaraan yang melintas maupun mengisi BBM di wilayah tersebut.

“Yang tidak dihitung mungkin daerah kami ini merupakan daerah perlintasan. Banyak kendaraan pribadi, armada perusahaan, hingga angkutan barang yang melintas dan mengisi BBM di sini. Secara perhitungan umum cukup, tapi karena beban perlintasan ini, kita butuh kuota tambahan ekstra agar tidak terjadi antrean berlarut-larut,” tegasnya.

Dorong SPBU Baru

Selain penataan antrean dan pengusulan tambahan kuota BBM, Pemkab PPU menyiapkan solusi jangka panjang dengan mendorong penambahan SPBU di sejumlah lokasi.

Pemerintah daerah, kata Mudyat, akan mempermudah proses perizinan bagi investor yang ingin membangun SPBU. Sejumlah pengusaha disebut telah mengajukan rencana pembangunan SPBU di beberapa titik strategis.

Namun, pemerintah tetap akan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas dalam pemberian izin.

“Ada beberapa pengusaha yang sudah masuk mengajukan izin. Tentu kita dorong dan berikan perizinan, dengan syarat lokasinya berada di tempat yang tidak memicu carut-marut lalu lintas dan tidak memakan badan jalan yang membahayakan pengendara,” pungkas Mudyat.

Editor : Muhammad Ridhuan
Antrean SPBU PPU SPBU Penajam Paser Utara Kemacetan PPU BBM bersubsidi PPU pemkab ppu