Selamat Jalan Pak Mustaqim, Sosok Birokrat Senior yang Mewarnai Sejarah PPU

Ari Arief • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 16:17 WIB
LEPAS: Sekkab PPU, Tohar (pegang mik) didampingi Bupati PPU, Mudyat Noor, saat melepas jenazah H. Mustaqim MZ untuk dimakamkan di TPU Km 4, Nenang, Kecamatan Penajam, PPU.(Dok.Humas Pemkab PPU)
LEPAS: Sekkab PPU, Tohar (pegang mik) didampingi Bupati PPU, Mudyat Noor, saat melepas jenazah H. Mustaqim MZ untuk dimakamkan di TPU Km 4, Nenang, Kecamatan Penajam, PPU.(Dok.Humas Pemkab PPU)

 

KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Keharuan menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kilometer 04 Nenang, Kecamatan Penajam, Selasa (15/9). Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor mengantar langsung jenazah Wakil Bupati PPU periode 2008–2013 dan 2013–2018, Drs H Mustaqim MZ MM, hingga ke liang lahat.

Sebelum diberangkatkan ke peraduan terakhir, suasana duka mendalam terasa sejak pagi di kediaman almarhum di Desa Girimukti, Kecamatan Penajam. Ratusan pelayat dari kalangan pejabat, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar memadati rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.

Baca Juga: Lengser dari Menkeu, Anak Purbaya Sindir Gaji Kecil hingga Korupsi

Mustaqim MZ mengembuskan napas terakhirnya pada Senin (14/9) sekira pukul 19.00 Wita di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) PPU. Tokoh penting dalam dinamika pembangunan Benuo Taka tersebut berpulang pada usia 76 tahun setelah sempat menjalani perawatan intensif selama beberapa hari.

Kehadiran Bupati Mudyat Noor yang didampingi Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU, Tohar beserta jajaran pejabat Pemkab PPU menjadi bentuk penghargaan setinggi-tingginya atas jasa dan dedikasi almarhum selama sedasawarsa memimpin PPU.

Baca Juga: BBM Langka dan Listrik Mati Bergilir di Kaltim, DPD RI: Berarti Ada Yang Bermasalah!

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten PPU, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak H. Mustaqim MZ. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Mudyat Noor di rumah duka, Selasa (15/9).

Senada, Sekkab PPU, Tohar dalam sambutan pelepasan jenazah menyampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian panjang almarhum bagi Kabupaten PPU. Menurut Tohar, rekam jejak kepemimpinan almarhum memberikan warna tersendiri dalam sejarah dan perjalanan daerah.

Baca Juga: Perumda AMDT PPU Pastikan Sumber Air Baku Aman dari Limbah Sumur BTW Lawe-Lawe

“Atas nama pimpinan dan pemerintah daerah, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian beliau bagi daerah yang kita cintai,” tutur Tohar.

Ia mengajak seluruh jajaran Pemkab dan masyarakat untuk memaafkan segala khilaf almarhum dan mengenang setiap karya serta kebaikannya.

Baca Juga: Menyelamatkan PPU, Menyelamatkan Gerbang Nusantara

“Mari sisi yang kurang baik kita pendam dalam-dalam, sementara sisi positifnya kita ungkap dan junjung tinggi agar menjadi cerita kebaikan untuk almarhum. Betapapun hebatnya kita, tentu ada kekurangan,” tambahnya.

Tohar menekankan, momentum takziah ini hendaknya menjadi bahan renungan bagi seluruh elemen masyarakat akan hakikat kematian. “Hikmah bertakziah ini semoga mampu melembutkan hati kita. Pada akhirnya, kita semua juga akan menghadapi hal yang sama,” ungkapnya.

Baca Juga: Sengketa Lahan IKN, BPN PPU Minta Partai Buruh Langsung Layangkan Gugatan Perdata ke Pengadilan

Kepergian almarhum melengkapi duka mendalam bagi masyarakat PPU. Pasalnya, Mustaqim berpulang selang sebulan setelah mantan Bupati PPU periode 2008–2013, H Andi Harahap, tutup usia pada 5 Agustus 2026 lalu. Pasangan Andi Harahap–Mustaqim MZ dilantik pada 12 September 2008 usai memenangkan Pilkada PPU. Pada periode keduanya (2013–2018), Mustaqim mendampingi Bupati PPU H Yusran Aspar.

Pria kelahiran Boyolali, 12 Desember 1949 ini meninggalkan seorang istri, Hj Yuli Maghfirah, serta empat orang anak. Sosok birokrat dan politisi senior ini mengawali kariernya di PDAM Samarinda, Dinas Tata Kota, Bappeda, hingga menjabat Sekwan DPRD Samarinda sebelum akhirnya mengabdi penuh untuk tanah PPU. Atas jasa-jasanya kepada negara, almarhum juga dianugerahi penghargaan Satyalencana Karya Satya XX Tahun dari Presiden RI.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
Mustaqim wakil bupati bupati tpu