Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Grup F Piala Dunia 2026: Belanda Dibayangi Jepang dan Swedia, Tunisia Siap Bikin Kejutan

Nasya Rahaya • Senin, 18 Mei 2026 | 12:55 WIB
Grup F Piala Dunia 2026
Grup F Piala Dunia 2026

 

KALTIMPOST.ID - Grup F Piala Dunia 2026 menghadirkan kombinasi menarik antara tradisi kuat Eropa, disiplin Asia, dan semangat juang khas Afrika Utara. Belanda datang membawa ambisi mengakhiri kutukan nyaris juara, sementara Jepang terus berkembang menjadi kekuatan baru yang semakin matang di level dunia. Di sisi lain, Swedia hadir dengan karakter kolektif yang sulit ditaklukkan, sedangkan Tunisia siap menjadi ancaman lewat organisasi permainan disiplin dan mental pantang menyerah. (*)

BELANDA: Mencari Akhir yang Sempurna

Belanda selalu memiliki hubungan unik dengan Piala Dunia. Mereka dikenal lewat filosofi sepak bola menyerang, tetapi juga dibayangi sejarah panjang nyaris menjadi juara.

Kini, Oranje datang dengan generasi baru yang mencoba mengakhiri penantian tersebut. Pelatih Ronald Koeman membangun tim yang lebih seimbang, tetap ofensif namun lebih pragmatis dibanding era Total Football klasik.

Virgil van Dijk menjadi fondasi utama lini belakang. Sementara itu, kreativitas Xavi Simons dan Cody Gakpo menghadirkan energi baru di sektor serangan.

“Kami punya kualitas untuk melangkah jauh,” ujar Koeman.

Belanda menjalani kualifikasi Eropa dengan cukup meyakinkan. Mereka tampil disiplin dan efisien, terutama dalam laga-laga besar yang membutuhkan ketenangan mental.

Masalah utama Oranje dalam beberapa turnamen terakhir adalah konsistensi di fase gugur. Mereka kerap tampil impresif pada awal turnamen, tetapi kehilangan momentum saat menghadapi tim dengan mental juara lebih matang.

Meski begitu, Belanda tetap menjadi salah satu tim paling lengkap di Piala Dunia 2026.

Konfederasi: UEFA
Peringkat FIFA per Mei: 7
Keikutsertaan di Piala Dunia: 12 kali
Capaian terbaik: Runner-up (1974, 1978, 2010)
Pemain kunci: Virgil van Dijk
Prediksi: Semifinal

Baca Juga: Wagub Sumbar Vasko Ruseimy Kecelakaan, Mobil Dinas Ringsek Hantam Truk di Jalur Padang


JEPANG: Samurai Biru yang Semakin Matang

Jepang terus menunjukkan perkembangan pesat dalam dua dekade terakhir. Samurai Biru kini tidak hanya dikenal disiplin, tetapi juga modern dan fleksibel secara taktik.

Kualifikasi Asia dilalui dengan dominan. Banyak pemain Jepang kini menjadi bagian penting klub-klub elite Eropa, mulai Premier League hingga Bundesliga.

Takefusa Kubo dan Kaoru Mitoma menjadi wajah generasi baru Jepang yang bermain cepat, kreatif, dan berani menghadapi lawan besar. Sayang, nama terakhir urung bergabung karena cedera.

“Kami ingin menciptakan sejarah baru,” kata pelatih Hajime Moriyasu.

Kemenangan atas Jerman dan Spanyol di Piala Dunia 2022 mengubah pandangan dunia terhadap Jepang. Mereka kini datang bukan sekadar underdog, melainkan kandidat serius fase gugur.

Kekuatan utama Jepang terletak pada kolektivitas dan kecerdasan taktik. Mereka mampu beradaptasi dengan berbagai gaya permainan lawan.

Namun, tantangan terbesar tetap soal pengalaman menghadapi tekanan laga knockout.

Konfederasi: AFC
Peringkat FIFA per Mei: 18
Keikutsertaan di Piala Dunia: 8 kali
Capaian terbaik: 16 besar
Pemain kunci: Takefusa Kubo
Prediksi: Perempat final

Baca Juga: Kena Sikat! Judi Sabung Ayam di PPU Kembali Menjamur, Arena Dibakar Tim Gabungan


SWEDIA: Kembali dengan Kekuatan Kolektif

Swedia kembali ke Piala Dunia dengan identitas yang sudah lama melekat pada mereka: disiplin, fisik kuat, dan organisasi permainan rapi.

Setelah sempat gagal tampil di beberapa turnamen besar, generasi baru Swedia berhasil membawa negara Skandinavia itu kembali ke panggung dunia.

Alexander Isak menjadi pusat harapan baru di lini depan. Penyerang tersebut menghadirkan kombinasi kecepatan dan ketajaman yang menjadi ancaman bagi lawan.

“Kami mungkin tidak selalu spektakuler, tetapi kami tahu cara bersaing,” ujar pelatih Swedia Graham Potter.

Swedia dikenal sebagai tim yang sulit dihadapi dalam format turnamen. Mereka mampu bertahan dengan disiplin dan memanfaatkan peluang sekecil apa pun.

Meski tidak memiliki kedalaman skuad sebesar negara elite Eropa lainnya, pengalaman dan mental kolektif tetap menjadi kekuatan utama mereka.

Konfederasi: UEFA
Peringkat FIFA per Mei: 38
Keikutsertaan di Piala Dunia: 13 kali
Capaian terbaik: Runner-up (1958)
Pemain kunci: Alexander Isak
Prediksi: 16 besar

Baca Juga: Nunggak Angsuran Motor 2 Bulan, Pria di Jaktim Disekap Dua Hari oleh Debt Collector Showroom


TUNISIA: Elang Carthage yang Tak Pernah Menyerah

Tunisia kembali menjadi salah satu wakil paling konsisten dari Afrika Utara. Mereka lolos ke Piala Dunia lewat kualifikasi CAF yang ketat dengan mengandalkan organisasi permainan disiplin dan semangat juang tinggi.

Tunisia memang jarang diperkuat bintang besar. Namun, mereka hampir selalu mampu memberi perlawanan sengit kepada tim yang lebih kuat.

Keberhasilan mengalahkan Prancis di Piala Dunia 2022 menjadi bukti Tunisia mampu menciptakan kejutan saat berada dalam performa terbaik.

Kekuatan utama Tunisia ada pada pertahanan solid dan permainan kolektif. Namun, mereka masih kerap kesulitan menjaga konsistensi serangan ketika menghadapi lawan dengan tekanan tinggi.

Meski tidak dijagokan, Tunisia tetap berpotensi menjadi kuda hitam di grup F.

Konfederasi: CAF
Peringkat FIFA per Mei: 44
Keikutsertaan di Piala Dunia: 7 kali
Capaian terbaik: Fase grup
Pemain kunci: Youssef Msakni
Prediksi: Lolos fase grup 

 

Jadwal Pertandingan 

Senin, 15 Juni 2026 
04.00 Wita – Belanda vs Jepang
10.00 Wita – Swedia vs Tunisia

Minggu, 21 Juni 2026 
01.00 Wita – Belanda vs Swedia
12.00 Wita – Tunisia vs Jepang

Jumat, 26 Juni 2026 
07.00 Wita – Jepang vs Swedia
07.00 Wita – Tunisia vs Belanda

Editor : Ery Supriyadi
#Grup F Piala Dunia 2026 #belanda #jepang #swedia #tunisia