Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Panas Jelang Kick-Off, Bos FIFA Jawab Kritik Tiket Mahal Piala Dunia 2026

Ari Arief • Kamis, 11 Juni 2026 | 10:48 WIB
Presiden FIFA. Gianni Infantino.(AP)
Presiden FIFA. Gianni Infantino.(AP)

 

KALTIMPOST.ID,MEXICO CITY-Presiden FIFA, Gianni Infantino pasang badan membela lonjakan harga tiket Piala Dunia yang dinilai memecahkan rekor tertinggi. Dalam konferensi pers menjelang laga pembuka turnamen yang kini diperluas menjadi 48 negara tersebut, Infantino menegaskan bahwa kebijakan harga yang diambil sudah sesuai dengan kondisi pasar Amerika Utara.

"Jika kami melakukan sesuatu yang salah, maka kemungkinan semua orang yang menjual tiket di Amerika Utara juga melakukan sesuatu yang salah," ujar Infantino kepada wartawan di Mexico City, dikutip Kamis (11/6/2026).

FIFA menetapkan harga tiket fase grup mulai dari $ 140 (Rp 2,2 juta). Namun, harga resmi kursi reguler untuk laga final di New York melonjak hingga $ 8.680 (Rp 141 juta), sementara kategori hospitality menembus $ 73.200 (Rp 1,19 miliar).

Baca Juga: Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 Fase Grup: WITA Hari per Hari, Cek Jam Main Argentina, Brasil, Inggris dan Prancis

Infantino berargumen, jika FIFA menjual tiket terlalu murah, celah tersebut justru akan dimanfaatkan oleh calo di pasar gelap untuk meraup keuntungan pribadi, alih-alih mengalir ke pengembangan sepak bola. Ia juga menambahkan bahwa rata-rata harga tiket masih di bawah $ 500, nominal yang ia klaim setara dengan tiket babak playoff olahraga besar AS seperti NBA dan MLB.

Kebijakan harga ini memicu respons keras hingga berujung pada investigasi oleh Jaksa Agung di empat negara bagian AS, yakni California, New Jersey, New York, dan Texas. Menanggapi hal tersebut, Infantino mengaku tidak ambil pusing.

Baca Juga: Demam Oranye Landa Belanda, Satu Ruas Jalan di Den Haag Disulap Total Jelang Kick-off Piala Dunia

"Kami sangat santai. Sebelum menjual sekitar 6,5 hingga 7 miliar tiket, kami sudah berkonsultasi dengan pengacara dan pakar terbaik. Kami menyambut baik setiap investigasi dan siap memaparkan argumen kami," tegasnya.

Selain masalah tiket, Infantino turut menyoroti isu geopolitik dan imigrasi. Ia menyatakan FIFA tidak berdaya atas keputusan otoritas AS yang menolak visa wasit asal Somalia, Omar Artan, karena alasan keamanan. Di sisi lain, ia memuji diplomasi FIFA yang berhasil membawa timnas Iran untuk berkompetisi di AS meski kedua negara tengah terlibat ketegangan politik.

Baca Juga: Picu Kecaman Global, Wasit Piala Dunia Asal Somalia Ditolak Masuk AS

Turnamen kali ini diproyeksikan menghasilkan pendapatan sebesar $ 11 miliar. Infantino mengeklaim bahwa angka tersebut bisa melonjak hingga $ 30 miliar jika FIFA menjual seluruh hak siar ke layanan berbayar. Namun, opsi itu ditolak demi memastikan miliaran orang di seluruh dunia tetap dapat menyaksikan kompetisi tersebut.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#piala dunia 2026 #tiket #fifa