KALTIMPOST.ID, ATLANTA – Salah satu kejutan terbesar mewarnai fase grup Piala Dunia 2026. Tim debutan Cape Verde sukses mencuri satu poin setelah menahan imbang Spanyol 0-0 di Stadion Atlanta, Senin (15/6/2026).
Hasil tersebut menjadi sorotan karena Spanyol yang berstatus salah satu unggulan turnamen gagal membobol gawang Cape Verde. Padahal, secara peringkat FIFA kedua tim terpaut cukup jauh. Cape Verde berada di posisi ke-64, sedangkan Spanyol menempati peringkat ketiga dunia.
Di balik hasil bersejarah itu, berdiri sosok penjaga gawang veteran Vozinha. Kiper berusia 40 tahun tersebut tampil luar biasa dengan menggagalkan berbagai peluang La Furia Roja.
Sepanjang pertandingan, Vozinha mencatat tujuh penyelamatan penting yang membuat gawang Cape Verde tetap steril. Penampilan impresif itu menjadi fondasi keberhasilan negaranya meraih poin perdana di debut Piala Dunia.
Baca Juga: Ditekan Isu Politik dan Konflik, Kapten Timnas Iran Sebut Piala Dunia Kali Ini Kurang Menggembirakan
Nama Vozinha pun langsung menjadi perbincangan dunia. Setelah bertahun-tahun jauh dari sorotan, kesempatan tampil di panggung sepak bola terbesar akhirnya datang saat usianya menginjak 40 tahun.
Usai laga, ia tak mampu menyembunyikan emosinya. Air mata mengalir setelah membawa negara kepulauan berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa itu mencatat sejarah baru di Piala Dunia.
Atas performa gemilangnya, Vozinha dinobatkan sebagai Man of the Match. Popularitasnya pun melesat. Nilai pasarnya disebut meningkat hingga sekitar 50 ribu euro atau sekitar Rp1 miliar, sementara jumlah pengikut Instagram-nya melonjak dari hanya ribuan menjadi sekitar 1,7 juta dalam waktu singkat.
Bagi Cape Verde, hasil imbang tersebut bukan sekadar tambahan satu poin. Penampilan Vozinha menjadi bukti bahwa negara kecil pun mampu bersaing di panggung sepak bola dunia melalui kerja keras, disiplin, dan keyakinan.
Kiper veteran itu juga membuktikan usia bukan penghalang untuk tampil di level tertinggi. Saat banyak pemain seusianya telah pensiun, Vozinha justru menikmati momen terbaik dalam karier profesionalnya.
Aksi heroiknya membuat namanya mendunia. Bukan karena membela klub elite atau menerima kontrak bernilai fantastis, melainkan berkat penampilan penuh determinasi yang mengantarkan Cape Verde mencatat sejarah di Piala Dunia 2026.
Vozinha yang kini memperkuat klub Portugal, Chaves, mengaku bangga dengan perjuangan seluruh rekan setimnya dalam meredam agresivitas salah satu kandidat juara dunia. Ia juga memiliki perjalanan karier yang tak biasa karena baru menjalani debut profesional pada usia 25 tahun.
Di balik ketangguhannya di lapangan, Vozinha menyimpan kisah pribadi yang mengharukan. Ia mengaku teringat sosok kakek dan nenek yang membesarkannya sejak kecil. Sementara sang ibu gagal menyaksikan langsung aksinya di Amerika Serikat karena terkendala visa dan biaya perjalanan.
"Saya menangis setelah pertandingan karena saya dibesarkan oleh kakek dan nenek saya saat kecil. Kini mereka sudah tidak ada lagi. Ibu saya juga tidak bisa hadir karena masalah visa dan biaya yang harus dibayar. Kami tidak sempat menyelesaikan semuanya tepat waktu," ujar Vozinha.
Performa impresif tersebut juga menempatkan Vozinha dalam daftar penjaga gawang dengan penyelamatan terbanyak dalam satu pertandingan Piala Dunia pada tiga edisi terakhir. Ia membukukan tujuh penyelamatan, menyamai catatan Devis Epassy saat Kamerun menghadapi Brasil pada Piala Dunia 2022.
Daftar kiper dengan penyelamatan terbanyak dalam satu laga Piala Dunia (tiga edisi terakhir):
9 penyelamatan – Guillermo Ochoa (Meksiko) vs Jerman (2018).
8 penyelamatan – Patrick Beach vs Turki (2026).
7 penyelamatan – Devis Epassy (Kamerun) vs Brasil (2022).
7 penyelamatan – Vozinha (Cape Verde) vs Spanyol (2026).
Editor : Uways Alqadrie