KALTIMPOST.ID, ARLINGTON – Spanyol membawa misi khusus saat menghadapi Portugal pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. La Roja bertekad membalas kekalahan menyakitkan dari rival Iberia tersebut pada final UEFA Nations League tahun lalu.
Laga yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Selasa (8/7) dini hari Wita itu diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik di fase gugur.
Kekalahan adu penalti 3-5 setelah bermain imbang 2-2 di final Nations League di Allianz Arena, Muenchen, masih membekas di benak para pemain Spanyol. Hasil tersebut bahkan menjadi satu-satunya kekalahan yang dialami tim asuhan Luis de la Fuente dalam 35 pertandingan terakhir sejak Maret 2024.
Gelandang Spanyol Pedri mengungkapkan bahwa timnya kembali mempelajari pertandingan tersebut sebagai bahan evaluasi menjelang pertemuan ulang dengan Portugal.
“Kami menganalisis lagi final itu bersama pelatih dan tim analis. Kami melihat apa yang harus diperbaiki,” ujar Pedri kepada Diario AS.
“Kami ingat kami kalah di final itu. Jadi, kami ingin mencabut duri tersebut di Piala Dunia,” lanjut gelandang Barcelona tersebut.
Hal senada disampaikan kiper Unai Simon. Menurutnya, Spanyol harus mampu mengatasi tekanan tinggi yang menjadi kekuatan Portugal.
“Kami harus memperbaiki kesalahan dari final itu. Tekanan mereka sangat intens dan kami tidak bermain cukup lancar. Saya membayangkan pertandingan nanti akan sangat mirip,” katanya.
Meski sempat diragukan setelah bermain imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde pada laga pembuka, performa Spanyol terus meningkat sepanjang turnamen.
Baca Juga: Kabar Kurang Sedap bagi Kepala Daerah di Kaltim, Banggar DPR RI Tunda Tambahan Hak Keuangan
Puncaknya terjadi saat La Roja menyingkirkan Austria dengan kemenangan meyakinkan 3-0 pada babak 32 besar. Dalam laga tersebut, Austria bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.
Spanyol juga mencatat empat clean sheet beruntun di Piala Dunia 2026. Catatan impresif itu tak lepas dari penampilan gemilang Unai Simon yang belum kebobolan selama 519 menit dan memecahkan rekor lama milik Walter Zenga.
Meski demikian, Luis de la Fuente menilai timnya masih belum mencapai performa terbaik.
“Mungkin orang berpikir sudah melihat versi terbaik kami. Tetapi, tim ini belum mencapai batas kemampuannya,” ujarnya.
Di kubu Portugal, bek Nelson Semedo meyakini pertandingan akan berlangsung sangat ketat. Bahkan, ia menyebut duel ini layak dianggap sebagai final yang datang lebih cepat.
“Ini seperti final yang datang lebih awal karena kedua tim sebenarnya memiliki kualitas untuk mencapai final,” kata Semedo.
“Saya tidak melihat ada tim yang lebih difavoritkan. Kami sama-sama memiliki banyak kualitas dan pertandingan ini akan berjalan sangat ketat,” imbuh pemain Fenerbahce tersebut.
Pertemuan Portugal dan Spanyol juga menyajikan rivalitas panjang. Dari 41 pertemuan di berbagai ajang, Portugal belum pernah mengalahkan Spanyol di Piala Dunia. Mereka kalah 0-1 pada babak 16 besar edisi 2010 dan bermain imbang 3-3 di fase grup Piala Dunia 2018.
Dengan kualitas yang dimiliki kedua tim, duel di Arlington diperkirakan akan menjadi salah satu pertandingan paling sengit pada fase gugur Piala Dunia 2026. (*)
Editor : Ery Supriyadi