KALTIMPOST.ID - Kegagalan Portugal melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026 berujung pada keputusan besar. Roberto Martinez resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih Selecao das Quinas.
Keputusan itu ternyata tidak mengejutkan kapten Portugal, Cristiano Ronaldo. Bahkan, CR7 mengungkapkan bahwa dirinya sudah memperkirakan Martinez tidak akan bertahan sejak sebelum turnamen dimulai.
“Saya sudah mencoretnya sebelum Piala Dunia. Jadi, kabar itu tidak mengejutkan saya,” ujar Ronaldo seperti dikutip dari Mais Futebol.
Baca Juga: Awas, Gusi Berdarah Bisa Jadi Tanda Awal Penyakit Ginjal Kronis
Pernyataan tersebut memunculkan berbagai spekulasi. Salah satunya terkait kemungkinan Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) telah lebih dulu memutuskan masa depan Martinez sebelum Piala Dunia bergulir. Di sisi lain, muncul pula anggapan bahwa pelatih asal Spanyol itu memang kehilangan dukungan dari sebagian pemain.
Menanggapi situasi tersebut, Martinez mengaku menerima apa pun keputusan federasi. Pelatih yang menangani Portugal sejak Januari 2023 itu menegaskan bahwa Presiden FPF Pedro Proenca memiliki hak penuh menentukan sosok yang dianggap paling tepat memimpin tim nasional.
“Presiden berhak memilih siapa pun pelatih yang dia anggap layak. Saya berterima kasih atas dukungan dan semua yang telah dia lakukan,” kata Martinez.
Nama pelatih senior Portugal Jorge Jesus kini mulai disebut sebagai kandidat kuat pengganti. Sosok berusia 71 tahun itu dikenal luas setelah menangani sejumlah klub besar, termasuk pernah melatih Ronaldo di Al-Nassr.
Mundurnya Martinez mendapat respons positif dari sebagian kalangan sepak bola Portugal. Banyak pihak menilai dia gagal memaksimalkan potensi generasi emas yang dimiliki negaranya saat ini.
Portugal memiliki materi pemain bertabur bintang, terutama di lini tengah. Kombinasi Vitinha dan Joao Neves dari Paris Saint-Germain, ditambah kreativitas Bruno Fernandes dari Manchester United, dinilai cukup untuk membawa tim melangkah lebih jauh.
Baca Juga: Pusat Tak Kasi Anggaran, Dinas PUPRK Bontang Gerak Cepat Tambal Sendiri Lubang Jalan di Depan RSUD
Kritik serupa juga pernah mengiringi perjalanan Martinez saat menangani Belgia. Kala itu, dia gagal mempersembahkan gelar meski memiliki skuad yang dihuni pemain-pemain top seperti Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, Eden Hazard, Vincent Kompany, dan Thibaut Courtois.
Mantan pemain Portugal Ricardo Quaresma menjadi salah satu sosok yang paling vokal mengkritik Martinez. Menurutnya, pelatih berusia 52 tahun tersebut tidak mampu menemukan formula permainan yang efektif bagi Portugal.
“Sejak kedatangannya, saya belum pernah melihat Portugal bermain bagus. Dia sudah mencoba banyak taktik, tetapi tidak satu pun yang berhasil,” ujar Quaresma kepada Diario AS.
Editor : Ery Supriyadi