Erna (41), pedagang Pasar Pagi klaster basah ini mengatakan, untuk pedagang basah seperti sayuran, ayam dan ikan memang direlokasi ke Pasar Sungai Dama. Beberapa bulan sudah berjualan di tempat relokasi tersebut, namun pendapatan tak seimbang dengan pengeluaran (modal).
“Macam-macam, mas. Ada yang dapat Rp 10 ribu, Rp 20 ribu per hari, jadi terbalik dengan ongkos yang dikeluarkan,” ucapnya saat dikonfirmasi Kaltim Post, Senin (29/7).
Menurutnya, kurang lebih ada 20 pedagang klaster basah yang tidak berjualan lagi. Penyebabnya pemasukan tidak sesuai dengan modal. Erna berharap Pemkot Samarinda bisa mengambil tindakan. Bagaimana caranya pedagang Pasar Pagi yang sudah direlokasi di beberapa titik, bisa dikumpulkan lagi. Sehingga masyarakat tahu titik relokasi tersebut.
Editor : Uways Alqadrie