Korban, yang belakangan diketahui bernama Seftia Puji Muslimah (26), warga Jalan Pemuda IV, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, ditemukan tak bernyawa di tengah jalan dengan luka parah di kepala.
Kejadian ini berlangsung di depan SD 002, Kelurahan Sidomulyo, ketika arus lalu lintas sedang padat, sekitar pukul 12. 30 Wita.
Warga sekitar yang pertama kali mendapati tubuh Seftia tergeletak segera mengevakuasi jasadnya ke pinggir jalan. Mereka juga menutupi tubuhnya dengan kain dan kardus sambil menunggu kedatangan pihak berwenang.
Sementara itu, sepeda motor Honda Genio bernomor polisi KT 4821 BAJ yang dikendarai oleh korban hanya mengalami kerusakan ringan.
Menurut keterangan seorang saksi, Rosidah (39), ia mendengar suara benturan keras sebelum melihat Seftia tergeletak di jalan.
“Saya mendengar benturan keras, lalu melihat pengendara motor wanita itu sudah tak sadarkan diri dengan luka di kepala. Setelah diperiksa, ternyata sudah meninggal,” ujar Rosidah.
Rosidah juga menyaksikan sebuah mobil double kabin berwarna hitam berhenti di dekat tubuh korban. Namun, bukannya memberikan pertolongan, pengemudi mobil tersebut justru segera pergi setelah melihat kondisi Seftia yang sudah tidak bernyawa.
“Mungkin Seftia mencoba mendahului dari jalur kanan, tetapi kehilangan kendali dan terjatuh, lalu ditabrak mobil double kabin itu,” tambah Rosidah.
Ayah korban, Muslim (48), segera bergegas ke lokasi setelah mendengar kabar dari grup WhatsApp relawan. Ia mengungkapkan bahwa Seftia sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya di kawasan Samarinda Kota.
“Saya kaget sekali saat melihat identitas korban, ternyata itu anak saya,” ujar Muslim dengan penuh duka.
Jasad Seftia kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD AW Sjahranie sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Pihak kepolisian kini tengah berupaya melacak keberadaan mobil double kabin yang terlibat dalam kecelakaan ini. Unit Lakalantas Satlantas Polresta Samarinda telah memulai penyelidikan dengan memeriksa beberapa kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku yang kabur.
Editor : Uways Alqadrie