Komir, merupakan lembaga yang dibentuk untuk mengelola sistem irigasi secara terpadu yang memiliki tugas dan tanggung jawab luas, seperti menjaga kelestarian saluran irigasi.
Anggotanya merupakan unsur pemerintah, petani, serta pengguna jaringan irigasi lainnya.
Ketua panitia kegiatan Dedy Sumbawardana mengatakan dalam kegiatan ini ada beberapapembahasan isu strategis, seperti kepengurusan Komir yang telah dibentuk sejak 2016 lalu, perlu dilakukan penyegaran.
Di samping itu, terkait penyerahan aset waduk Benanga (Lempake) dan Bendungan Sambutan, dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV turut menjadi isu strategis. “Hasil monitoring kami September lalu, banyak ditemukan kerusakan jaringan irigasi baik saluran primer, sekunder dan tersiernya. Nah pemkot belum bisa menangani karena aset masih wewenang pemerintah pusat,” singkatnya.
Dia menambahkan, ketika aset beralih, pemkot Samarinda bisa mengintervensi, sehingga berbagai keluhan warga bisa perlahan ditangani. Terlebih, dua bendungan itu juga punya peran penting, yakni pengendali banjir. “Makanya perlu dipelihara luasnya lewat pengerukan sedimen agar bisa menjaga debit yang bisa ditahan,” ucapnya.
“Misalnya di bendungan Sambutan yang saat ini sering banjir. Hasil studi kami, ketika limpasan air bisa ditahan, diharapkan dapat mengendalikan banjir serta meningkatkan keandalan sebagai saluran irigasi persawahan,” sambungnya.
Editor : Uways Alqadrie