KALTIMPOST.ID, Berbagai masalah dihadapi pelaksana pembangunan drainase di Jalan Slamet Riyadi Kecamatan Sungai Kunjang. Mulai tingginya arus lalu lintas yang kerap menyebabkan kemacetan dan terbatasnya ruang gerak alat berat, hingga pipa jaringan distribusi Perumdam Tirta Kencana yang keberadaanya sulit diprediksi sehingga kerap kena garuk excavator.
Namun demikian pelaksana di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda tetap optimistis proyek senilai Rp 10 miliar tersebut dapat rampung akhir tahun ini.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan drainase Jalan Slamet Riyadi Khanif Priyo Utomo mengatakan saat ini progress proyek yang bersumber anggaran dari bantuan keuangan (bankeu) provinsi Kaltim 2024 itu sekitar 43 persen. Beberapa kendala dihadapi seperti arus lalu lintas yang tinggi.
“Informasi teman-teman pelaksana bahkan alat berat baru bebas bermanuver di atas pukul 23.00 Wita. Makanya waktu kerja untuk penggalian cenderung pendek,” ucapnya Senin (21/10).
Tidak hanya itu, dia menerangkan, posisi pipa distribusi air bersih berdiameter 10 inci dan 6 inci yang tidak diketahui letak pastinya menjadi kendala. Terkadang pelaksanaan masih meraba-raba.
“Kami rencanakan relokasi pipa dahulu dalam 2-3 hari ke depan. Lama waktu pekerjaan ini berkisar 10 hari.
Targetnya awal November relokasi pipa selesai, baru kemudian pekerjaan penggalian dilanjutkan. Total panjang pelaksanaan pada segmen saat ini sekitar 123 meter,” singkatnya.
Masalah pelik lain, yaitu keberadaan proyek di jalan arteri tersebut juga kerap membuat proyek dihentikan. Salah satunya pernah berhenti dua minggu selama pelaksanaan MTQ nasional pada 6-16 September 2024.
Serta sempat juga berhenti ketika pelaksanaan peringatan HUT Bhayangkara hingga perhelatan Kemala Etam Safety Run 2024. “Karena ditakutkan mengganggu arus lalu lintas. Bahkan jika penggalian mengenai pipa, maka distribusi air bersih ikut terganggu. Makanya kami ikuti arahan dari instansi lain,” jelasnya.
Dia berharap warga memahami kondisi ini, kerena pihaknya tetap optimistis proyek ini bisa rampung tepat waktu di akhir Desember. Karena pekerjaan krusial yakni relokasi pipa akan diselesaikan akhir Oktober ini.
Dengan demikian diharapkan ketika terjadi penggalian selanjutnya tidak berdampak pada distribusi air bersih warga sekitar. “Pelaksana sudah berkoordinasi dengan kontraktor Perumdam Tirta Kencana yang biasa memindahkan pipa. Dalam waktu dekat dikerjakan,” pungkasnya.
Baca Juga: Taman Tepian Mahakam Jalan Slamet Riyadi Samarinda Minim Perhatian, Sampah Berserakan
Sebagai informasi, pemkot membangun tiga drainase di Jalan Slamet Riyadi, Jalan Untung Suropati dan outlet saluran dari Jalan Untung Suropati menuju sungai Mahakam. Ketiga proyek itu dialokasikan Rp 23 miliar dari APBD 2024, tepatnya yang bersumber dari Bankue provinsi Kaltim 2024. Dengan konstruksi precast atau beton berdimensi lebar 3 meter dan kedalaman sekitar 2,7 meter.
Editor : Uways Alqadrie