Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Awas Warga Samarinda! Banyak “Ranjau” di Jalan Nusyirwan Ismail, Dihiasi Lubang hingga Aspal Mengelupas, Ini Janji Pemprov

Denny Saputra • Senin, 28 Oktober 2024 | 06:07 WIB

MINIM: Salah satu titik kerusakan di Jalan Nusyirwan Ismail (ringroad 2) Kota Samarinda yang membahayakan pengguna jalan, Minggu (27/10). (FOTO: DENNY SAPUTRA)
MINIM: Salah satu titik kerusakan di Jalan Nusyirwan Ismail (ringroad 2) Kota Samarinda yang membahayakan pengguna jalan, Minggu (27/10). (FOTO: DENNY SAPUTRA)
KALTIMPOST.ID, Kondisi Jalan Nusyirwan Ismail yang terbagi dalam Kecamatan Sungai Kunjang dan Kecamatan Samarinda Ulu memprihatinkan. 

Beberapa titik ditemukan lubang berukuran besar, misalnya di simpang Jalan Ramania 2, serta di depan booster perumdam Tirta Kencana. jika tidak hafal posisi kerusakan, maka kendaraan akan terperosok hingga menyebabkan kecelakaan.

Atas kondisi ini, Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR Pera) Kaltim, Muhammad Ilyas mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan perbaikan di beberapa titik menjelang akhir tahun ini. sepanjang tahun ini juga beberapa ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi sudah ditangani, termasuk Jalan Nusyirwan Ismail. “Kalau ada laporan kerusakan akan kami tangani,”ujarnya, Minggu (27/10).

Dia menerangkan, dua titik kerusakan sudah ditangani sepanjang 2024 yakni di dekat pintu masuk Perum New Mahakam Grande serta seberang Perum Green Palm. Termasuk pembangunan drainase di dekat Jalan Ramania 2.

“Saat ini dua titik yang diperbaiki tersebut sudah bisa dilintasi, tinggal pembangunan drainase yang saat ini prosesnya mendekati selesai,” terangnya, didampingi PPK Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Taufiqurridha Ismail.

Taufiq (sapaan akrab Taufiqurridha Ismail) menjelaskan, status jalan Nusyirwan Ismail ini baru menjadi kewenangan Pemprov Kaltim di 2024, sebelumnya bersifat non status. Makanya program pihaknya belum bisa maksimal dikerjakan di sana.

“Namun kami tetap tangani sesuai dengan kemampuan. Mengutamakan kerusakan di badan jalan misalnya jalan yang retak,” jelasnya.

Kembali ke Ilyas, bahwa tahun ini pihaknya mengelola anggaran Rp 9 miliar di berbagai wilayah, meliputi Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara hingga Kabupaten Mahakam Ulu. Nah terkait jalan-jalan yang statusnya baru masuk kewenangan provinsi, akan diseriusi di 2025, tentunya dengan mengusulkan tambahan anggaran.

“Tapi kalau kondisi urgent tentu kami tangani. Misalnya yang di depan booster Perumdam Tirta Kencana, kami pastikan ditangani tahun ini,” pungkasnya.

 

Editor : Uways Alqadrie