KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Realisasi program makan bergizi gratis yang menjadi program andalan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, belum bisa dilaksanakan di Samarinda.
Semula dijadwalkan program tersebut akan berjalan pada Senin, 13 Januari 2025, namun rupanya ada beberapa kendala dari pelaksanaan program tersebut, yakni administrasi yang masih belum selesai.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nursyadin, mengaku belum bisa memberikan keterangan banyak terkait kendala yang dialami Badan Gizi Nasional (BGN) Cabang Samarinda.
"Sebab, prinsipnya landing sektor itu dari BGN, kita di pemkot hanya mensupport," ujarnya, Senin (13/1).
Asli menambahakan, untuk mensukseskan program ini, pihaknya juga sering berkoordinasi dengan pelaksana program tersebut. Nah, pada Sabtu, 11 Januari lalu, dirinya mendapat kabar bahwa terdapat kendala administras diinternal pelaksana.
"Informasi yang kami terima ada penundaan untuk penyelesaian administraai di internal mereka. Kalau dari pemerintah hanya menunggu saja, jadi nanti kalau sudah berjalan dan ada sesuatu yang dibantu, kita welcome," sambungnya.
Menurutnya, kendala di bagian administrasi itu seputar mitra kerja. Maksudnya, sebut dia, berkaitan dengan catering, yayasan, atau pihak ketiga.
"Mungkin perkiraan saya itu. Namun terkait kendala yang lain kami belum tahu," tuturnya.
Di sisi lain, sekolah-sekolah yang berada di dua kecamatan, yakni Samarinda Ulu dan Samarinda Utara, secara sarana prasarana sudah siap. Bahkan para siswa antusias menunggu program tersebut.
"Untuk sekolah-sekolag di dua kecamatan sudah siap. Sudah senang mereka. Bahkan dapur umum sudah pernah di uji coba, Jumat (10/1) lalu. Tapi senin ditunda, kami belum tau pasti apa penyebabnya," imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dapur Umum Jalan Antasari, Haryono, membenarkan bahwa masih ada kendala terkait administrasi yang masih belum lengkap.
"Maaf, ada administrasi di internal kami yang harus diselesaikan," singkatnya.
Saat disinggung perihal kepastian program tersebut kapan berjalan, pihaknya belum bisa memastikan. "Maaf saya belum bisa memastikan," tukasnya.
Editor : Uways Alqadrie