Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tugu Pesut Telan Biaya Rp 1,1 Miliar, Perkuat Struktur, Gunakan Bahan Berkualitas Tinggi

Denny Saputra • Rabu, 22 Januari 2025 | 07:55 WIB
LANDMARK BARU: Keberadaan Tugu Pesut di simpang Mall Lembuswana tidak hanya berkaitan dengan ikon baru Kota Samarinda. (FOTO: DENNY SAPUTRA)
LANDMARK BARU: Keberadaan Tugu Pesut di simpang Mall Lembuswana tidak hanya berkaitan dengan ikon baru Kota Samarinda. (FOTO: DENNY SAPUTRA)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Terkait teknis Pembangunan Tugu Pesut, Manager Proyek pelaksana Ali Rossit menjelaskan bahwa pembangunan tugu ini melibatkan tantangan teknis yang cukup tinggi. 

Bentuk tugu yang unik dan ukurannya yang besar membutuhkan perhitungan struktur yang sangat cermat. "Kami menggunakan material berkualitas tinggi dan teknik konstruksi yang canggih untuk memastikan tugu ini kokoh dan tahan lama," ujarnya.

Termasuk dari sisi anggaran Rp 1,1 milir ini juga disebut tidak hanya untuk fisik saja tetapi juga termasuk pajak yang dibebankan. Di samping itu untuk pemasangan juga memerlukan beberapa alat berat.

“Metode yang kami gunakan di lapangan adalah untuk memastikan pekerjaan di Simpang Empat Lembus tidak terlalu lama menutup sebagian jalan. Kami dibantu oleh teman-teman teori dari berbagai bidang untuk mencoba menerapkan bagaimana Tugu ini bisa kokoh berdiri,” terangnya.

Ali juga menjelaskan bahwa anggaran yang cukup besar yang dialokasikan untuk proyek ini sebanding dengan kompleksitas pekerjaan dan kualitas material yang digunakan. "Ini bukan hanya sekedar mendirikan patung, tetapi membangun sebuah landmark yang memiliki nilai estetika dan fungsional yang tinggi," tegasnya.

Dia merinci pondasi yang ada sekarang ini baru, dan ahli struktur bisa membayangkan bahwa ada bangunan tunggal dengan beban hampir 3 ton lebih, sehingga penting memiliki pondasi yang kuat. Dari sisi material, proyek ini menggunakan pipa 4 inch schedule 40 yang termasuk kualitas tinggi, serta kawat las setara dengan yang digunakan dalam pengelasan kapal, 52 LB. 

“Untuk material daur ulang dibutuhkan sekitar 330 kg material plastik, setara dengan 16.500 botol plastik air mineral atau 165.000 sedotan plastic menjadi HDPE. Bekerja sama dengan Phoenix Ecotech yang merupakan seniman Rusia yang berdomisili di Bali,” terangnya.

Tugu Pesut yang sebelumnya merupakan tugu Parasamya Purnakarya Nugraha tidak hanya menjadi ikon baru Kota Samarinda, tetapi juga membawa pesan yang mendalam tentang pentingnya menjaga lingkungan. Dengan menggunakan bahan daur ulang, tugu ini menjadi contoh nyata bagaimana seni dan lingkungan dapat dipadukan. 

“Keberadaan Tugu Pesut diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan turut serta dalam upaya pelestarian alam. Selain itu, tugu ini juga dapat menjadi daya tarik wisata baru bagi Kota Samarinda,” pungkasnya.

Editor : Uways Alqadrie
#mal lembuswana #samarinda #andi harun #Tugu Pesut Samarinda