KALTIMPOST.ID, Menjelang perayaan Imlek 2025, toko-toko yang menjual perlengkapan Imlek di Samarinda terpantau ramai dikunjungi pembeli. Salah satunya adalah Toko Mewah Bunga milik Rita, yang berlokasi Jalan Pulau Sebatik, di pusat Kota Samarinda. Selama bertahun-tahun toko ini telah menjadi pilihan masyarakat Samarinda untuk memenuhi kebutuhan perayaan tahun baru Imlek.
Rita, yang telah lebih dari 10 tahun berbisnis bunga artificial, mengungkapkan bahwa menjelang Imlek, salah satu item yang paling banyak dicari di tokonya ialah bunga sakura. “Bunga sakura adalah simbol rezeki dalam tradisi Tionghoa, sehingga banyak orang yang membeli untuk mempercantik rumah mereka dan berharap membawa keberuntungan,” ujarnya.
Di tokonya, bunga sakura dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 6,5 juta untuk pohon sakura yang lebih besar dan mewah.
Persiapan untuk memenuhi permintaan Imlek dilakukan dari jauh-jauh hari. “Saya mulai mempersiapkan stok dari 2 hingga 3 bulan sebelumnya, mengatur pengiriman barang dari Jakarta, dan memastikan semuanya sampai tepat waktu. Biasanya, satu bulan sebelum Imlek, barang sudah harus siap di toko,” tegasnya. Dia menyebutkan stok setiap tahun mesti berbeda-beda dan pastinya selalu habis.
Selain bunga sakura, perlengkapan Imlek lain seperti hampers, lampion, dan berbagai aksesoris hiasan rumah juga menjadi barang yang laris di toko ini. Hampers Imlek yang berisi makanan, kue keranjang, atau hiasan khas Imlek, seperti patung kucing keberuntungan, juga banyak dicari oleh pelanggan untuk diberikan kepada keluarga atau rekan bisnis.
“Biasanya, satu minggu sebelum Imlek sudah ramai. Namun, sekarang dengan adanya krisis ekonomi, banyak yang lebih selektif dalam berbelanja. Pembeli membeli sesuai kebutuhan saja. Tapi beberapa bahkan membeli lebih banyak karena ingin menghias rumah atau kantor mereka agar lebih meriah di saat perayaan,” katanya.
Rita mengakui adanya perubahan dalam pola konsumsi masyarakat. “Sekarang, meskipun permintaan tetap ada, ada sedikit penurunan antusiasme. Mungkin karena kondisi ekonomi yang sedang sulit. Pembeli kini lebih berhati-hati dalam belanja dan memilih untuk merayakan dengan lebih sederhana. Toko saya akan ramai H-1 sebelum imlek dan barang-barang pasti habis, makanya untuk stok itu saya pastikan dulu sebelumnya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, meski pembelian bunga dan perlengkapan Imlek meningkat satu minggu menjelang perayaan, pembelian kali ini terasa lebih terencana dan tidak sebanjir tahun-tahun sebelumnya.
Imlek tahun ini bertepatan dengan tahun ular kayu, namun menurutnya, tidak ada perbedaan signifikan dalam permintaan barang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Rita tetap optimis bahwa penjualannya akan meningkat. “Untuk bulan ini, omset saya bisa naik lebih dari 50 persen dibandingkan biasanya. Imlek memang jadi momen yang penting untuk bisnis bunga dan perlengkapan Imlek, seperti halnya Lebaran bagi umat Muslim,” ungkapnya.
Dia juga menyebutkan segmen pasar utama untuk bunga dan perlengkapan Imlek di tokonya ialah perusahaan-perusahaan yang memesan dalam jumlah besar untuk acara perusahaan atau untuk dikirimkan ke klien mereka. “Perusahaan sering memesan dalam jumlah banyak, seperti pohon sakura besar atau hampers yang nantinya akan diberikan sebagai hadiah kepada kolega atau klien mereka,” katanya.
Meski demikian, momen menguntungkan ini tidak hanya terjadi saat perayaan Imlek saja. “Saya juga menjual bunga untuk berbagai acara seperti pernikahan atau event dam perayaan lainnya. Bunga selalu menjadi pilihan untuk memberikan keindahan pada momen spesial,” tutupnya.
Menjelang semakin dekatnya perayaan Imlek, antusiasme masyarakat untuk merayakannya melalui pembelian bunga dan perlengkapan Imlek lainnya di Samarinda terus meningkat.
Editor : Uways Alqadrie