KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Masalah sampah di Samarinda kembali mencuat setelah dilakukan penutupan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Perumahan Bumi Prestasi Kencana (BPK). Tumpukan sampah di TPS Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, semakin membludak hingga meluber ke jalan.
Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Boy Leonardo Sianipar mengakui bahwa penutupan TPS BPK memang berdampak pada peningkatan volume sampah di TPS Harapan Baru. Tumpukan sampah meluber sampai ke jalan. “Sudah kami prediksi akan terjadi penumpukan,” singkatnya, Senin (3/2).
Dia menerangkan, beberapa minggu belakangan, sebagian wilayah Loa Janan Ilir diterpa banjir, membuat volume sampah meningkat. Ada sampah sisa sofa, kayu, dan sampah-sampah besar lainnya yang seharusnya dibuang ke TPA. “Namun karena kondisi darurat, terpaksa dibuang sementara di TPS," terangnya, Senin (3/2).
Faktor lain yang turut memperparah, yakni kerusakan armada pengangkut sampah untuk TPS Harapan Baru. Makanya saat ini pihaknya masih menanti perbaikan unit yang rusak termasuk mengubah rute unit yang sebelumnya beroperasi di perum BPK.
“Tantangan lain dalam pengelolaan sampah di sana, antara lain banyak warga dari luar wilayah Samarinda yang membuang sampah di TPS Harapan Baru,” keluhnya.
Sehingga untuk solusi jangka panjang, pihaknya menanti realisasi pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Khususnya untuk pembangunan incenerator di setiap kecamatan.
“Dengan adanya pembangunan TPST dan perbaikan armada pengangkutan sampah, masalah sampah di Samarinda dapat teratasi dengan baik. Selain itu, kami berharap kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya juga sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo