Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pertambangan Batu Bara di Samarinda Utara yang Membuat Warga Cemas, Sudah Ada Kesepakatan Antara Penambang dan Warga

Eko Pralistio • Kamis, 6 Februari 2025 | 14:50 WIB
MEDIASI: Pemerintah Kelurahan Tanah Merah memanggil penambang dan warga sekitar tambang untuk membahas dampak sosial yang dialami warga.
MEDIASI: Pemerintah Kelurahan Tanah Merah memanggil penambang dan warga sekitar tambang untuk membahas dampak sosial yang dialami warga.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kerusakan yang mengancam Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jalan Merapi RT 14, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda, akibat aktivitas penambangan batu bara akhirnya mencapai titik mediasi.

Keretakan yang berpotensi menyebabkan longsor di TPU Tanah Merah dan sekitarnya sempat membuat warga khawatir. Inspeksi mendadak (sidak) oleh warga dilakukan pada Rabu (5/2), sementara mediasi dilaksanakan sehari setelahnya, Kamis (6/2), di Kantor Kelurahan Tanah Merah.

"Semua pihak, mulai dari penambang, warga terdampak, ketua RT di sekitar tambang, serta aparat keamanan, kami libatkan dalam mediasi ini," ujar Lurah Tanah Merah, Joko, saat dikonfirmasi pada Kamis (6/2).

Joko menambahkan bahwa ahli waris, warga sekitar, dan pihak perusahaan tambang telah sepakat bahwa aktivitas pertambangan tetap dapat berlangsung. Namun, pihak penambang juga berkewajiban memperbaiki area pemakaman yang terdampak longsor dan retakan.

"Dalam kesepakatan tadi, semua pihak menyetujui bahwa penambangan tetap berjalan. Dengan syarat, pihak tambang harus memperbaiki area pemakaman yang mengalami longsor," tambahnya.

Terkait perizinan tambang, Joko menjelaskan bahwa hal tersebut bukan wewenang kelurahan. Ia hanya memfasilitasi pertemuan antara warga dan pihak penambang.

"Mediasi ini fokus pada dampak sosial. Untuk urusan perizinan, itu di luar kewenangan kami. Kesimpulannya, pihak penambang, dalam hal ini PT Untung Bersaudara, harus bertanggung jawab memperbaiki pemakaman yang terdampak," tegasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#tambang batu bara #samarinda