Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jembatan Diduga Bergeser, Pilar Utama Rusak Pascaditabrak, Perbaikan dan Pembuatan Fender Tembus Miliaran Rupiah

Dwi Restu Amrullah • Senin, 17 Februari 2025 | 17:54 WIB
CEK KONDISI: Tim dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional mengecek kondisi pilar Jembatan Mahakam yang ditabrak, Senin (17/2).
CEK KONDISI: Tim dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional mengecek kondisi pilar Jembatan Mahakam yang ditabrak, Senin (17/2).

 

Sementara itu, Kepala Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas I Samarinda Capt Yudi Kusmiyanto menjelaskan, berdasarkan keterangan awal nakhoda, pada Minggu tongkang lari ke kiri dalam posisi dipandu assist tug.

Untuk swing ke kanan, tongkang tidak bisa karena arus cukup deras, sehingga fender dihantam pertama kemudian menabrak pilar.

“Kami koordinasi dengan Pelindo untuk membantu assist agar tongkang bisa dievakuasi. Begitu posisi tongkang aman, baru kru kapal dimintai penjelasan. Kapal dari Muara Kaman, Kutai Kartanegara, menuju ke Perawang, Riau,” tegas Yudi.

Kalau untuk pengolongan, lanjut Yudi, sudah sesuai jamnya. “Itu Pelindo yang mengetahui jadwalnya. Kalau pandu akan pengolonogan dan dianggap tidak kuat, seharusnya ditambah (assist tug),” tegasnya.

Disinggung perihal kebocoran, KSOP belum bisa memastikan. Pasalnya, harus benar-benar dicek secara keseluruhan. “Intinya kami berupaya agar alur lalu lintas kapal di Sungai Mahakam kembali normal,” imbuhnya.

Untuk fender tentu dari dinas terkait yang berhak menuntut kejelasannya. “Nanti menunggu seperti apa rekomendasinya,” jelasnya.  

 

HARUS TANGGUNG JAWAB

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim Hendro Satrio Muhammad Kamaludin juga sudah cek ke pilar yang dihantam Tongkang Indosukses 28. “Semoga saja enggak ada masalah,” paparnya.

Hendro membenarkan bahwa tongkang bermuatan kayu itu menabrak fender. “Ada dua fender dari beton. Itu hancur dan hilang. Kemudian hantam ke P3. Fender memperlambat tabrakan itu. Karena arus sungai kuat, mengenai P2. Rusak juga pilar satunya, semoga strukturnya tidak ada masalah,” tegasnya.

Sudah puluhan kali ditabrak, Hendo menegaskan, melihat kondisi setiap jembatan ada penilaian khusus, mulai 0–5.

“Kalau nol itu jembatan baru, satu kondisinya baik, dua sedang, tiga dan selanjutnya. Jembatan Mahakam memang berisiko ditabrak kapal atau tongkang. Dilihat dari bentang Sungai Mahakam, kalau bikin jembatan tanpa pilar, rasanya butuh biaya yang sangat mahal. Cara yang paling baik adalah memastikan tongkang atau kapal yang lewat harus dipandu dengan baik,” sambungnya.  

Namun, instruksi dalam waktu dekat, perusahaan diminta segera membuat fender lagi. “Yang menabrak harus bertanggung jawab. Kalau nanti ada perbaikan dan struktur jembatan, seluruh biaya dibebankan ke penabrak,” tegasnya.

 

BERGESER: Kondisi jembatan juga sedikit mengalami pergeseran pascadihanta tongkang bermuatan kayu.
BERGESER: Kondisi jembatan juga sedikit mengalami pergeseran pascadihanta tongkang bermuatan kayu.

 

Melihat anggaran sebelumnya pembuatan fender, lanjut dia, membutuhkan biaya hingga Rp 35 miliar untuk dua fender pada 2018. “Karena fender itu mancang hingga ketemu tanah keras, baru atasnya dibeton. Diperkirakan biayanya lebih besar kalau sekarang. Kalau ada struktur jembatan yang rusak itu juga dibebankan ke penabrak,” tegasnya.

Sementara itu, dari pantauan media ini, di Jembatan Mahakam sedikit mengalami kerusakan. Retak di pilar tiga, dan kondisi jembatan diduga sedikit bergeser. Terlihat dari kondisi rusak di salah satu titiknya.

Editor : Dwi Restu A
#bbpjn #kaltim #jembatan mahakam #satker