Peristiwa mengejutkan ini pertama kali diketahui oleh Taufik, seorang penghuni ponpes, sekitar pukul 09.30 Wita saat ia sedang menanam pohon di sekitar kolam.
Ketika melintas, ia melihat benda mencurigakan mengapung di permukaan air. Setelah didekati, Taufik terkejut mendapati bahwa benda tersebut adalah jasad seorang pria.
Tanpa menunggu lama, Taufik segera melapor kepada Ketua RT dan Bhabinkamtibmas setempat. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Polsek Sungai Pinang yang bergerak cepat ke lokasi bersama Tim Inafis Polresta Samarinda untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Sungai Pinang, AKP Aksaruddin Adam, membenarkan adanya temuan jasad tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban ditemukan tanpa identitas yang jelas, namun pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan mendalam.
“Begitu laporan masuk, kami langsung turun ke lokasi. Korban ditemukan dalam keadaan mengenakan kemeja kotak-kotak, celana panjang kain hitam, dan membawa tas selempang. Kami belum menemukan identitas di tempat kejadian, tapi penyelidikan terus berlanjut,” ujar AKP Aksaruddin.
Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk menjalani pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematiannya.
Tak butuh waktu lama, hanya dalam empat jam sejak penemuan, identitas korban akhirnya terungkap.
"Korban diketahui berinisial LJ (77), warga Jalan Rumbia, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir. Diketahui, LJ bukanlah penghuni maupun santri di ponpes tersebut," jelasnya. (*)
Editor : Almasrifah