KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Nasib Jembatan Mahakam I di Samarinda kembali menjadi sorotan. Belum genap setahun sejak insiden sebelumnya, jembatan tertua di Kota Tepian ini kembali ditabrak tongkang pengangkut batu bara.
Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Sabtu (26/4) sekitar pukul 11.59 Wita. Dari pantauan di lokasi, fender pada pilar keempat jembatan tampak mengalami kerusakan serius akibat benturan keras dari kapal tersebut, yang diduga pilas usai dihantam Tongkang BG Azamara 3035 bermuatan batu bara, yang di tarik TB Liberty 7.
Kepastian mengenai insiden ini diperoleh setelah kapten kapal tugboat diperiksa oleh pihak kepolisian. Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, melalui PS Kasi Humas Ipda Ramli P. Sianturi, membenarkan pemeriksaan tersebut saat dikonfirmasi Minggu (27/4) pagi.
"Sudah dicek tadi malam, kapten kapal sudah dibawa ke kantor," ujarnya singkat.
Sebelumnya, video bergerak yang memperlihatkan insiden ini sempat beredar luas melalui pesan berantai di WhatsApp. Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, tim Kaltim Post langsung menuju lokasi kejadian.
Dari hasil pantauan di lapangan pada Minggu (27/4) pukul 00.43 Wita, terlihat bahwa area safety fender, bagian yang berfungsi melindungi pilar jembatan dari benturan, mengalami kerusakan cukup parah di pilar keempat (P4).
Berdasarkan dugaan awal, insiden ini dipicu oleh putusnya tali towing (penarik) tongkang, sehingga kapal batu bara tersebut kehilangan kendali dan menghantam fender.
Sebagai catatan, ini bukan kali pertama Jembatan Mahakam I mengalami insiden serupa. Pada Minggu, 16 Februari 2025 lalu, sebuah tongkang bermuatan kayu sengon juga menabrak pilar ketiga (P3) jembatan, menyebabkan kerusakan pada bagian fender.
Editor : Uways Alqadrie