KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pendaftaran calon guru dan tenaga kependidikan (GTK) di SMA Prestasi yang berlokasi di kompleks sekolah terpadu Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, resmi ditutup sejak 25 April 2025 lalu. Antusiasme pelamar sangat tinggi. Dari 22 posisi yang dibuka, tercatat lebih dari 1.500 orang mengajukan lamaran.
Besarnya minat ini tak lepas dari tawaran gaji yang menggiurkan. Untuk posisi kepala sekolah, gaji mencapai Rp12 juta per bulan, sedangkan guru dan tenaga kependidikan mendapat Rp10 juta per bulan. Lamaran juga dibuka se Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nuryadin, mengatakan saat ini timnya masih menghimpun berkas lamaran sebelum diserahkan kepada tim independen dari Yayasan Karya Mentari yang akan menangani proses seleksi. “Tanggal 7 nanti mereka datang ke Samarinda. Seleksi sepenuhnya dilakukan oleh pihak ketiga, profesional dan independen,” katanya, Senin (5/5).
Proses seleksi akan dilakukan secara daring dengan sistem layaknya Computer Assisted Test (CAT) seperti ujian CPNS. Peserta dapat mengikuti ujian dari mana saja di Indonesia, tanpa harus datang langsung ke Samarinda.
“Ujiannya tetap fair karena sistemnya sudah dirancang sedemikian rupa. Bahkan meski duduk bersebelahan, token soal dan kamera pengawas akan membuat masing-masing peserta tidak bisa bekerja sama,” terang Asli.
Fokus penilaian akan mengarah pada penguasaan bahasa Inggris dan teknologi informasi, sesuai standar pendidikan modern. “Syarat umumnya lulusan S1 atau D4 FKIP. Penekanan kami di kompetensi digital dan kemampuan bahasa,” tambahnya.
Tes diperkirakan mulai 14 Mei 2025 namun belum dikonfirmasi, bersamaan dengan pembukaan pendaftaran siswa. Bahwa pihaknya menginginkan tes GTK dan siswa berlangsung simultan agar efektif. Sehingga mengenai tanggal pasti ujian bagi GTK maupun calon murid, akan dikabarkan selanjutnya. “Kepastian waktunya akan kami sampaikan kembali,” pungkasnya.
Sebagai informasi, untuk ujian calon GTK di SD 028 dan SMP 16 akan diikut oleh ASN dan PPPK yang mendaftar. Sedangkan SMA Prestasi karena bentuknya yayasan, pendaftaran sebelumnya diikuti kalangan non ASN/PPPK. (*)