KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Aplikasi Samagov kini resmi bisa diakses publik lewat tautan pwa.samagov.id. Aplikasi ini menjadi pusat layanan informasi berbasis digital milik Pemkot Samarinda yang mengintegrasikan berbagai titik pantau, termasuk CCTV kota, ruang terbuka hijau, taman, TPS, hingga bendungan.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Samarinda Suparmin menyebut fitur CCTV menjadi pintu masuk utama warga mengakses Samagov. Bahwa tingginya kunjungan beberapa waktu belakangan membuat aplikasi tidak bisa diakses. “Dulu kami sempat menaruh link CCTV di beberapa situs seperti website Diskominfo dan SamarindaKota.go.id. Tapi saat traffic tinggi, sistemnya sempat tumbang,” ujar Suparmin, Kamis (15/5).
Mengantisipasi lonjakan pengunjung, Diskominfo memindahkan sistem backend Samagov ke layanan Amazon Web Services (AWS) dengan skema auto scaling. “Awalnya hanya satu instans, sekarang sudah lima. Bahkan sempat penuh semua, CPU usage sampai 100 persen,” jelasnya.
Lonjakan trafik terjadi pada 12–14 Mei lalu dengan total akses hingga 150 ribu kali dalam tiga hari. Untuk mengatasi hal itu, Diskominfo melakukan tuning sistem atau menaikkan kapasitas server, bandwidth, hingga memantau langsung kinerja server secara real time.
“Karena ini sistem cloud, artinya biaya mengikuti pemakaian. Maka kami juga harus memastikan efisiensi, tidak serta-merta langsung beli kapasitas besar. Ini perlu strategi,” tambahnya.
Selain infrastruktur, fitur aplikasi pun ditingkatkan. Kini tersedia tombol refresh agar pengguna lebih mudah mengakses tampilan terbaru CCTV. “Ada yang paham bisa drag down, tapi yang belum tahu kami bantu lewat tombol khusus,” ucap Suparmin.
Saat ini ada 153 titik CCTV yang terhubung ke Samagov. Di antaranya, 25 RTH besar, 8 taman kota, 10 Teras Samarinda, beberapa TPS, serta bendungan Lempake untuk memantau tinggi muka air (TMA). Sisanya ada di jalan-jalan kota, khususnya beberapa simpang dari Samarinda Utara hingga Palaran.
Dirinya menambahkan Diskominfo juga menyiagakan tim teknis selama 24 jam, terutama pada masa rawan banjir. Sehingga diharapkan aplikasi tersebut bisa kembali digunakan masyarakat sebagai fitur yang sudah disediakan. “Minggu ini kami juga gelar workshop internal untuk optimalkan sistem,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani