Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Festival Kampung Ketupat Jadi Tradisi untuk Merawat Warisan Budaya Samarinda

Denny Saputra • Minggu, 18 Mei 2025 | 18:52 WIB
KIAN RAMAI: Sejumlah pengunjung mengambil makanan gratis dalam penutupan Festival Kampung Ketupat di Kecamatan Samarinda Seberang, Minggu (18/5). (FOTO DENNY SAPUTRA/KP)
KIAN RAMAI: Sejumlah pengunjung mengambil makanan gratis dalam penutupan Festival Kampung Ketupat di Kecamatan Samarinda Seberang, Minggu (18/5). (FOTO DENNY SAPUTRA/KP)

KALTIMPOST.ID-Festival Kampung Ketupat yang digelar di Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, resmi ditutup Minggu (18/5) sore.

Rangkaian acara yang dimulai sejak Jumat (16/5) ini ditutup dengan makan bersama warga dan pengunjung, menandai semangat kebersamaan dalam merawat kearifan lokal.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menerangkan pentingnya menjaga dan mengembangkan tradisi itu.

Menurutnya, Kampung Ketupat bukan sekadar lokasi wisata, tetapi bagian dari identitas budaya Samarinda.

“Itu adalah kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para pemimpin kita terdahulu. Tidak ada pilihan lain, selain kita jaga, rawat, dan kembangkan,” ujarnya sekaligus menutup acara.

Ia menyampaikan rencana pengembangan infrastruktur Kampung Ketupat agar lebih representatif sebagai destinasi budaya.

Pemerintah kota akan menurunkan tim untuk merancang masa depan kawasan tersebut, termasuk kemungkinan integrasi dengan festival lain yang lebih besar.

“Kami telah sampaikan, minggu ini kita akan mulai turunkan tim. Tujuannya untuk menyusun konsep pengembangan yang tidak hanya menarik, tapi juga memiliki daya saing sebagai destinasi wisata budaya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda Muslimin menyebut langkah konkret sudah dimulai.

Pemkot sudah memberikan mobil wisata yang diserahkan kepada kelompok sadar wisata (pokdarwis) Kampung Ketupat.

Nantinya bisa digunakan untuk melayani tur ke destinasi terdekat seperti Kampung Tenun dan Masjid Shiratal Mustaqim.

“Itu bukan sekadar festival tahunan, tapi bagian dari proses panjang membangun citra budaya Samarinda,” singkatnya.

Festival itu menampilkan ragam kegiatan, mulai lomba tari tradisional, lomba fotografi, hingga pameran inovasi produk lokal.

Tak ketinggalan pameran UMKM, pemanfaatan limbah kreatif, serta peluncuran logo baru sebagai upaya rebranding. (rd)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Romdani.
#Kampung Ketupat #pemkot samarinda #Budaya Tradisi #Wali Kota Samarinda Andi Harun #Kutai Barat