Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pengusaha Laundry Pilih Mengakhiri Hidup dengan Seperti Ini, Diduga Ini Penyebabnya

Eko Pralistio • Rabu, 11 Juni 2025 | 21:10 WIB
MASIH MISTERI: Seorang perempuan berinisial RI (25) diduga tewas bunuh diri, dan hingga kini masih diselidiki jajaran kepolisian. (EKO PRALISTIO/KP)
MASIH MISTERI: Seorang perempuan berinisial RI (25) diduga tewas bunuh diri, dan hingga kini masih diselidiki jajaran kepolisian. (EKO PRALISTIO/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Warga Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara, Rabu (11/6), sekitar pukul 18.00 Wita, digemparkan dengan penemuan jasad seorang perempuan muda di sebuah tempat usaha laundry. Korban diduga tewas akibat gantung diri.

Korban adalah RI (25), warga Anggana, Kutai Kartanegara. Dia merupakan pemilik usaha laundry di kawasan Samarinda Utara. Peristiwa tragis itu pertama kali diketahui karyawannya sendiri, Dian (20), dan kekasih RI, Dandi (26).

Menurut keterangan Dian kepada petugas, sekitar pukul 18.00 Wita, dia ditelepon kekasih korban, Dandi, warga Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang. Dandi meminta Dian untuk mengecek kondisi RI yang tidak kunjung merespons panggilannya.

Dian kembali ke lokasi laundry. Sesampainya di sana, Dian mendapati rolling door terbuka, namun pintu dalam keadaan terkunci. Dian sempat mengetuk pintu dan memanggil-manggil, namun tak ada jawaban. Dian akhirnya menunggu hingga Dandi tiba.

Begitu Dandi datang, pintu langsung didobrak. Betapa terkejutnya mereka ketika mendapati RI sudah tergantung dengan seutas tali rafia hitam di dekat pintu dapur.

“Dandi langsung memotong tali dengan harapan korban masih bisa diselamatkan,” terang Dian.

Dalam kondisi panik, Dandi meminta bantuan Roni (58), warga yang kebetulan berada di lokasi menggunakan mobil Toyota Innova KT 1706 HT.

Mereka bergegas membawa korban ke Puskesmas Sempaja. Namun, puskesmas sudah tutup.

Korban dilarikan ke RSUD Korpri Sempaja. Sayang, tim medis menyatakan korban sudah meninggal dunia.

Tak lama berselang, jenazah dipindahkan ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Setibanya di sana, petugas medis memastikan korban sudah meninggal sejak di rumah sakit sebelumnya.

Petugas dari Polsek Sungai Pinang bersama Tim Inafis Polresta Samarinda turun ke lokasi untuk olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengamankan barang bukti berupa sisa tali rafia, gunting pemotong tali, serta ember plastik yang diduga digunakan korban untuk pijakan.

Editor : Dwi Restu A
#akhiri hidup #rsud aw sjahranie #jasad