Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Disdag Bakal Tekan Penyelewengan Elpiji 3 Kg, Rencanakan Pertemuan dengan Pertamina

Denny Saputra • Selasa, 17 Juni 2025 | 19:17 WIB
Nurrahmani
Nurrahmani

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Langkah strategis untuk menata ulang distribusi tabung gas elpiji bersubsidi 3 kilogram bakal dilakukan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda. 

Tak ingin berlarut-larut dalam solusi jangka pendek, Disdag akan bertemu langsung dengan pihak Pertamina Samarinda pada Kamis (19/6) untuk membahas formula distribusi yang lebih tepat sasaran.

Kepala Disdag Samarinda Nurrahmani mengungkapkan bahwa upaya operasi pasar (OP) yang selama ini digelar nyatanya belum mampu menjawab persoalan mendasar. 

“OP itu seperti pasar murah, dan Pak Wali juga bilang, OP itu sebenarnya tidak bagus kalau dilakukan terus-menerus. Karena tidak menyentuh akar masalahnya,” ujarnya, Selasa (17/6).

Masalah utama menurutnya terletak pada celah distribusi yang masih bisa dimanipulasi. Ketika orang yang tidak berhak bisa dapat, bahkan berani beli dengan harga lebih, lalu dijual lagi. “Ini yang menyebabkan distribusi subsidi jadi tidak tepat," jelasnya.

Ia menekankan bahwa pertemuannya dengan Pertamina nanti tidak sekadar formalitas. Salah satu hal penting yang akan dibicarakan adalah pemberian sanksi kepada pangkalan nakal. 

“Selama ini kalau ada pangkalan yang ketahuan melanggar, ada ancaman penutupan. Tetapi ini berdampak pada distribusi di wilayah itu. Tapi kali ini, kami ingin tegas. Kalau harus ditutup, kami siap atur alih distribusinya,” tegasnya.

Skema pengalihan pasokan ke pangkalan lain menurutnya sedang disiapkan, termasuk pola komunikasi ke masyarakat agar tidak kebingungan saat ada penutupan. Lebih jauh, ia juga mewacanakan kemungkinan intervensi pemerintah lebih dalam. 

"Kalau banyak yang nakal, kenapa tidak kita ambil alih saja pangkalannya? Atau sekalian agennya? Ini yang mau kami obrolkan ke Pertamina,” ujarnya.

Nurrahmani juga mengusulkan alternatif berupa elpiji 3 kg non-subsidi, agar konsumen yang mampu punya opsi tanpa merebut jatah subsidi warga miskin. 

“Misalnya harganya Rp 35 ribu. Sementara yang subsidi tetap Rp 18 ribu. Jadi distribusinya bisa lebih tertib,” pungkasnya.

Editor : Uways Alqadrie
#pemkot samarinda #Dinas Perdagangan Samarinda #gas elpiji 3 kg langka