Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Job Fair Samarinda 2025 Diburu Para Pejuang Rupiah, Ribuan Orang Berebut “Lapak” di 35 Perusahaan

M Hafiz Alfaruqi • Rabu, 25 Juni 2025 | 15:03 WIB
ANTUSIAS: Para pencari kerja memadati area lobi Ballroom Hotel Mercure Samarinda, dalam pembukaan Job Fair Samarinda 2025 yang berlangsung selama dua hari ini, Rabu (25/6). (HAFIZ/KP)
ANTUSIAS: Para pencari kerja memadati area lobi Ballroom Hotel Mercure Samarinda, dalam pembukaan Job Fair Samarinda 2025 yang berlangsung selama dua hari ini, Rabu (25/6). (HAFIZ/KP)

Antusiasme tinggi dari para pencari kerja memadati area lobi Ballroom Hotel Mercure Samarinda, dalam pembukaan Job Fair Samarinda 2025.

KALTIMPOST.ID, WAKTUNYA tak lama. Bergulir dua hari. Mulai Rabu hingga hari ini (25-26/6). Diikuti 35 perusahaan dari berbagai sektor, mulai perbankan, keuangan, pertambangan, hingga jasa dan pendidikan.

Acara itu diselenggarakan Dinas Ketenagakerjaan Samarinda, sebagai bagian upaya pemerintah menjembatani kebutuhan perusahaan dan pencari kerja.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda Sofyan Ady Wijaya menegaskan, pelaksanaan job fair merupakan amanat pemerintah pusat.

"Job fair bertujuan mempertemukan langsung antara pencari kerja dan perusahaan yang ada di Samarinda. Hingga pagi tadi, tercatat lebih 2.148 pelamar yang mendaftar. Harapannya bisa mengurangi angka pengangguran di kota ini," ungkapnya, Rabu (25/6).

Dia mengakui bahwa tantangan yang dihadapi saat ini tidak hanya soal ketersediaan pekerjaan, tapi juga kesenjangan antara kualifikasi pencari kerja dan kebutuhan perusahaan.

"Banyak yang melamar, tapi tidak sesuai dengan posisi yang dibutuhkan. Untuk itu, kami juga menggelar pelatihan untuk UMKM dan masyarakat yang minatnya tidak di sektor formal agar bisa memiliki daya saing," lanjutnya.

Menjawab isu soal pengawasan terhadap kegiatan tersebut, Sofyan menegaskan pihaknya telah meminta komitmen perusahaan peserta, menyampaikan laporan hasil rekrutmen.

"Sebelum acara kami sudah kumpulkan perwakilan human resource development (HRD). Kami tekankan agar melaporkan berapa yang mendaftar dan berapa yang diterima,” bebernya.

Pasalnya, selama ini laporan seperti itu agak sulit didapatkan. Dan kepada pencari kerja, pihaknya meminta yang sudah diterima untuk juga melapor agar bisa dicatat secara resmi.

Mengenai perkembangan angka pengangguran terbuka di Samarinda, Sofyan mengutip data BPS, terjadi penurunan dari 6,2 persen menjadi 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dia berharap tren itu bisa terus ditekan, seiring meningkatnya minat investasi di Kota Tepian.

"Kalau ekonomi Samarinda berkembang, tentu akan makin banyak industri yang masuk dan peluang kerja akan semakin luas," ujarnya.

Meski kewenangan pengawasan perusahaan kini berada di tingkat provinsi, Disnaker Samarinda tetap melakukan komunikasi intensif dan mediasi bila muncul persoalan hubungan industrial antara pekerja dan perusahaan.

 

 

Editor : Dwi Restu A
#pengangguran #job fair #2025 #samarinda #Calon pekerja #pencari kerja