Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Siap-Siap, DPRD Kaltim Akan Panggil Manajamen RSUD AW Sjahranie Terkait Pasien yang Meninggal Tak Wajar

Eko Pralistio • Rabu, 9 Juli 2025 | 13:45 WIB

 

CARI TAHU: Tewasnya seorang pasien dengan cara mengenaskan di RSUD AW Sjahranie, DPRD Kaltim bakal panggil manajemen rumah sakit. (EKO PRALISTIO/KP)
CARI TAHU: Tewasnya seorang pasien dengan cara mengenaskan di RSUD AW Sjahranie, DPRD Kaltim bakal panggil manajemen rumah sakit. (EKO PRALISTIO/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–DPRD Kaltim akan  menelisik lebih dalam seorang pasien lanjut usia berinisial US (68) yang ditemukan meninggal dalam keadaan tidak wajar.

US diketahui dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, tepatnya di ruangan Angsoka bernomor 2002 lantai dua.

Sekitar seminggu dirawat, US ditemukan meninggal dunia dengan memprihatinkan di area ventilasi ruangan tersebut, Minggu (6/7) sekitar pukul 17.46 Wita.

"Ini harus menjadi perhatian serius. Kalau pasien bisa sampai tak wajar di ruang perawatan, tentu ada yang keliru dalam sistem kontrol dan pengawasan oleh tenaga medis. Itu bisa dikategorikan sebagai bentuk kelengahan," ujar Muhammad Darlis Pattalongi dihubungi Kaltim Post, Rabu (9/7).

Menurutnya, peristiwa itu mengindikasikan adanya kelalaian dalam sistem pengawasan pasien di rumah sakit pelat merah itu.

Komisi IV, disebutnya, akan segera menggelar rapat koordinasi dengan pihak manajemen rumah sakit dalam waktu dekat. Dalam pertemuan tersebut, kejadian itu akan menjadi agenda utama pembahasan.

"Kami akan minta penjelasan detail. Sebab, proses seseorang melakukan gantung diri tentu tidak instan, butuh waktu. Artinya, selama proses itu terjadi, tidak ada yang memantau. Itu menimbulkan pertanyaan besar terkait SOP pengawasan pasien," sambungnya.

Selain pengawasan manual oleh petugas medis, Darlis juga menyoroti pemanfaatan sistem teknologi seperti CCTV yang seharusnya berfungsi untuk mencegah kejadian serupa.

"Harusnya ada deteksi dini melalui kamera pengawas. Kalau itu tidak berjalan, berarti ada sistem yang tidak optimal," tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim dr Jaya Mualimim menjelaskan perihal kejadian tersebut. Dia mengatakan, manajemen rumah sakit sudah melaporkan sejak Minggu (6/7) terkait dengan pasien yang meninggal dengan tak wajar. 

"Maka dari itu, tentu kita harus mencari apa penyebab mengapa sampai meninggal sepeeti itu, apakah memang karena penyakit yang dideritanya atau ada unsur kesengajaan pihak lain," ucapnya dikonfirmasi Senin (7/7).

Dikonfirmasi perihal fungsi CCTV di ruang rawat inap kamar, dr Jaya Mualimin menyebut, belum mendapat informasi lebih tentang CCTV. Pihaknya menunggu laporan tertulis oleh manajemen rumah sakit.

"Saya belum melihat ya, apakah ada atau tidak. Nanti laporan secara tertulisnya saya minta untuk salah satu program peningkatan mutu dan septi pasien," tuturnya.

Namun, lanjut dia, apakah pasien yang meninggal ini berobat menggunakan BPJS atau tidak juga masih digali informasinya.

"Ini pasien pake BPJS atau tidak saya belum ada informasi. Mudah-mudahan pakai BPJS ya, karena kanker kan juga dijamin," imbuhnya.

Menurut dr Jaya Mualimin, juga ada beberapa penyakit yang bisa menyebabkan orang atau pasien mengalami putus asa (depresi).

Salah satunya, sebut dia, penyakit cancer (kanker). Hampir 60 perseb pasien-pasien yang sedang terapi kanker itu merasa hidup tidak bahagia dan dapat meningkatkan rasa putus asa.

"Dan ini harusnya diantisipasi oleh semua pihak termasuk juga dalam melayani perawatan penyakit kanker," tukasnya. 

Editor : Dwi Restu A
#Tak Wajar #RSUD AWS #dprd kaltim