Titik-titik tersebut berada di Jalan Anang Hasyim, tepatnya dekat turunan simpang Ring Road, sekitar Taman Ekologis, dan jalan tembusan Polder Air Hitam.
Yang mengherankan, tak jauh dari lokasi tersebut sebenarnya sudah tersedia dua tempat pembuangan sampah (TPS) resmi.
Yakni di Simpang Jalan Suryanata dan kawasan Polder Air Hitam. Namun, kebiasaan lama rupanya masih sulit dihapus. Warga tetap membuang sampah seenaknya, meski sudah ada fasilitas yang disiapkan pemerintah.
Menerima laporan masyarakat soal kondisi itu, Camat Samarinda Ulu Sujono menerangkan bahwa titik-titik tersebut memang kerap dibersihkan. Bahkan beberapa kali dipasangi spanduk larangan membuang sampah. Tapi hasilnya nihil.
“Kami tetap bersihkan. Kami akan turunkan petugas. Kami juga punya tim yang menyisir wilayah pakai kendaraan pick up,” ucapnya, Selasa (29/7).
Sujono menyebut, ada 48 personel penyapu jalan di wilayahnya. Namun pengawasan tetap menjadi tantangan, apalagi di area Jalan Anang Hasyim minim permukiman.
“Kalau permukiman padat, biasanya lebih mudah pengawasan dilakukan warga dan ketua RT. Tapi kalau di titik sepi, kami khawatir bahkan jika dipasang CCTV, malah dicuri,” keluhnya.
Menurut dia, persoalan ini juga dipicu oleh aturan pembatasan waktu buang sampah di TPS yang hanya dibuka malam hari. Alih-alih mengikuti aturan, sebagian warga memilih jalan pintas, buang di TPS bayangan, kapan pun mereka mau. “Tapi tetap akan jadi titik pengawasan kami,” singkatnya.
Padahal, Pemkot Samarinda sudah menyediakan sistem pengangkutan sampah terjadwal dan menempatkan TPS di titik-titik strategis.
“Kami harap warga ikut menjaga kebersihan kota ini. Buang sampah sembarangan hanya memperburuk lingkungan,” tegas Sujono.
Ia pun membuka ruang laporan warga untuk melaporkan temuan TPS ilegal atau pembuang sampah liar.
“Kami siap tindaklanjuti. Tapi kesadaran kolektif warga juga penting. Kalau terus dibiarkan, kasihan lingkungan kita sendiri,” tutupnya. (*)
Editor : Almasrifah