Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Antisipasi Kelangkaan Beras, Pemkot Samarinda Siaga dengan Siapkan Operasi Pasar

Denny Saputra • Rabu, 13 Agustus 2025 | 18:37 WIB
PERSIAPAN: Rapat persiapan operasi pasar menanggapi kelangkaan beras yang diinisiasi Dinas Perdagangan Samarinda, di gedung Perpustakaan Kota Samarinda, Rabu (13/8).
PERSIAPAN: Rapat persiapan operasi pasar menanggapi kelangkaan beras yang diinisiasi Dinas Perdagangan Samarinda, di gedung Perpustakaan Kota Samarinda, Rabu (13/8).

SAMARINDA - Kelangkaan beras di sejumlah retail membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersiaga. Atas instruksi Wali Kota Andi Harun, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis bersama kecamatan dan kelurahan menyiapkan langkah operasi pasar.

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi yang dipimpin Asisten I Pemkot Samarinda, Marnabas.

Marnabas menjelaskan, beberapa hari terakhir pasokan beras dari luar daerah terlihat menurun. “Pak Wali memerintahkan agar kami hati-hati dan mengantisipasi sebelum stok benar-benar kosong,” ujarnya, Rabu (13/8).

Marnabas menyebut, di gudang Bulog saat ini masih tersedia sekitar 900-1.000 ton beras. Untuk langkah awal, Pemkot berencana menyalurkan 200–250 ton ke kelurahan-kelurahan, yang kemudian akan dijual langsung kepada warga. Harga jual ditetapkan Rp 60 ribu per 5 kilogram, lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 65.500.

Subsidi yang diberikan pemerintah berupa ongkos angkut dari gudang Bulog ke titik distribusi. Mekanisme distribusi akan menggunakan sistem kupon agar pembelian merata dan mencegah penimbunan. “Kalau 200 ton, ongkos angkutnya sekitar Rp 80 juta. Itu akan ditanggung Pemkot,” ucapnya.

Jenis beras yang disalurkan adalah medium program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog, dengan kualitas yang dinilai baik. Penyaluran akan dilakukan cepat, maksimal dua hari setelah stok keluar dari gudang.

“Kalau dalam satu-dua hari ini pasokan dari luar tidak datang, kami akan turunkan stok Bulog,” ucap Marnabas.

Selain antisipasi kelangkaan, operasi pasar ini juga dianggap bagian dari perlindungan konsumen, termasuk mencegah praktik beras oplosan yang menurunkan kualitas produk. “Kalau memang premium, ya premium. Kalau medium, ya medium. Jangan ada pemalsuan label,” tegasnya.

Meski begitu, Pemkot menegaskan operasi pasar hanya dilakukan bila diperlukan. Karena kalau situasi normal, pedagang bisa dirugikan. “Tapi kalau pasokan terganggu, pemerintah wajib hadir,” tegasnya.

Pemantauan harga dan stok dilakukan setiap hari oleh Dinas Perdagangan Samarinda. Jika terjadi pergerakan signifikan, Pemkot akan segera mengambil langkah intervensi. “Kami berharap situasi tetap normal, lancar, dan aman. Tapi kalau ada potensi kelangkaan, kami sudah siap dengan rencana yang matang,” tutupnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#operasi pasar #kelangkaan beras #samarinda #andi harun